• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Riau Minta ‘Perhatian’ Agar Diprioritaskan Pembangunan Kanal Bloking

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
4 November 2020
kanal bloking

Pembangunan kanal baru di lahan gambut oleh salah satu perusahaan HTI di Dumai, Riau. (Melba/Bertuahpos)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau meminta agar diprioritaskan dalam pembangunan kanal bloking. Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, pembangunan kanal bloking masih dibutuhkan di provinsi ini dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan).

“Riau dan provinsi lain yang langganan Karhutla, harusnya diprioritaskan kembali untuk pembangunan kanal bloking,” katanya, Rabu, 4 November 2020.

Menurut Syamsuar, hingga saat ini area lahan yang terbakar di Riau tergolong cukup luas, walau secara kuantitas angkanya menurun jika dibandingkan tahun lalu. Dalam sidang Dewan Air secara virtual, 3 November 2020, dia berucap setiap masuk musim kering yang terjadi adalah kebakaran lahan.

Masalah ini, seharusnya mendapat perhatian serius dari semua pihak terutama pemerintah pusat terhadap bantuan upaya penanggulangan, salah satunya dalam pembangunan kanal bloking, serta dan embung air di kawasan langganan Karhutla.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sebelumnya memang sudah membangun di beberapa wilayah embung air, namun jumlah itu masih dianggap belum cukup, mengingat lahan gambut di Riau sangat luas.

Hingga kini, kata Syamsuar, Riau masih membutuhkan pembangunan embung air untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau untuk penanggulangan Karhutla. (bpc2)

Tags: gambutKanalKarhutlariau
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Naik Rp214,7 Miliar, APBD Perubahan Pekanbaru 2026 Jadi Rp3,2 Triliun
Ekonomi

APBDP Riau 2026 Diprioritaskan untuk Utang Tunda Bayar dan Infrastruktur

...

Read moreDetails
Ekspor Gas ke Singapura Dihentikan, Pasokan Dialihkan ke Batam

Ekspor Gas ke Singapura Dihentikan, Pasokan Dialihkan ke Batam

Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi

Dampak Karhutla Mengancam Investasi Properti hingga Awal 2027

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

Next Post

Debat Pilkada di Riau: Tak Ada Tim Sorak, Peserta Sangat Dibatasi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.