Inilah Mitos-Mitos yang Dipercaya dalam Investasi Saham

Sabtu, 16 Mei 2020 15:46
Inilah Mitos-Mitos yang Dipercaya dalam Investasi Saham

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Semakin ke sini, ada banyak orang yang kian sadar bahwa berinvestasi itu penting. Salah satu instrumen investasi yang juga banyak dilirik yakni saham.

Namun, sejak duhulu kala hingga zaman generasi +62, masih ada beberapa mitos yang dipercaya tentang investasi saham. Ini sebenarnya bukan salah masyarakat. Melainkan hanya bukti bahwa literasi tentang saham, masih belum semua orang bisa menerimanya.

Advertisement

Apa saja mitos-mitos tentang berinvestasi saham itu? Melansir dari Instagram @idx_riau, berikut diantaranya.

1. Investasi saham itu rumit dan butuh keterampilan khusus.

Baca: UPB Gelar webinar Pentingnya Keamanan Jaringan dan Cloud Computing di Masa Pandemi

Ini mitos. Faktanya siapapun bisa berinvestasi di saham. Bahkan orang yang tidak punya keterampilan khusus sekalipun bisa sukses ketika dia berinvestasi di saham. Kunci untuk mengerti bagaimana cara berinvestasi di saham tidak perlu ijazah S1 dengan lulusan terbaik. Cukup dengan niat untuk belajar, Anda dijamin bisa mengerti tentang cara berinvestasi pada instrumen ini.

2. Investor konservatif tak cocok berinvestasi di pasar saham

Ini juga mitos. Bursa sebenarnya telah memberikan banyak pilihan investasi untuk semua jenis investor. Bahkan salah satu program yang bisa dipilih yakni investor konservatif. Caranya dengan ikut kampanye #yuknabungsaham yang digalakkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk diketahui, investor konservatif adalah investor yang cenderung mencari aman, menghindari risiko kerugian (full risk averser) dan cenderung menjaga nilai pokok investasi mereka.

3. Trading lebih untung daripada investasi jangka panjang.

Nah, kalau yang ini 50:50. Bisa benar, bisa juga nggak. Namun yang menentukannya ialah kemampuan dan modal dari masing-masing investor. Kalau sudah sangat matang ilmunya, dan sudah khatam tentang pasar modal, boleh tu, jadi trader untuk dapat keuntungan lebih. Tapi mereka yang investasi dengan modal gede untuk tujuan jangka panjang, juga bisa untuk kok.

4. Investasi saham hanya untuk orang elit dan butuh modal banyak.

Ini jelas mitos, apalagi untuk generasi +62. Dulu memang jadi investor di pasar modal butuh duit banyak. Itulah alasan mengapa terus ada pembaharuan sistem di bursa. Saat ini, cukup dengan modal Rp100.000, siapapun sudah bisa menjadi investor dan membeli saham di pasar modal. Saat ini sudah banyak investor-investor muda bermunculan karena memang untuk berinvestasi di saham tidak butuh modal besar. Modalnya hanya uang jajan cepek, sudah bisa jadi bagian dari pemilik perusahaan. Keren kan.

5. Investasi itu bikin cepat kaya.

Yah, ini juga mitos, guys,… Hari gini mau cepat kaya, satu-satunya cara dapat warisan atau menang lotre. Tujuan dari investasi itu memang keuntungan (return), namun keuntungan yang didapat juga logis dengan seberapa besar yang diinvestasikan. Bahkan di sini ada risiko. Intinya, investasi itu bukan hal yang instant. Kalau Anda berinvestasi alasannya ingin cepat kaya, itu kurang tepat.

Keuntungan dadi investasi yang diperoleh para investor sebenarnya tidak terlepas dari karakter dan pengetahuan si investor, dan seberapa banyak dana yang diinvestasikan.

Nah, bagi yang sudah tahu bagaimana. Apakah Anda masih menganggap hal-hal yang selama ini kita ketahui tentang saham adalah sebuah mitos. Hiii… Horor dong. Semoga bermanfaat ya… Good luck

(bpc3)