Nilai Replanting tak Masuk Akal, KUD Bhakti Enggan Bermitra dengan PT IIS Asian Agri Grup

Kamis, 15 Oktober 2020 12:30
Nilai Replanting tak Masuk Akal, KUD Bhakti Enggan Bermitra dengan PT IIS Asian Agri Grup

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Anggota KUD Bhakti, Desa Tri Mulya Jaya, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, yang selama ini merupakan petani plasma PT Inti Indosawit Subur, Asian Agri Grup, ternyata tidak mempercayakan PT IIS sebagai mitra untuk melakukan replanting terhadap kebun mereka yang dianggarkan melalui BPDPKS.

Justru KUD Bhakti menjatuhkan pilihannya kepada PT Mandala Sena Nusantara untuk melakukan replanting 380 hektar kebunnya, serta menunjuk PT Prima Agri Nusantara, sebagai penangkar bibit yang akan ditanam nantinya.

Advertisement

Ketua KUD Bhakti, Yusuf, ketika ditemui bertuahpos.com beberapa waktu lalu, membenarkan anggota KUD secara sepakat menunjuk PT Mandala Sena Nusantara sebagai mitra.

“Untung kami tak menunjuk PT IIS sebagai mitra untuk replanting ini. Karena kami dengar, ada di salah satu KUD yang mereka kerjakan, dananya tak bisa dicairkan karena banyak dana tidak langsung yang tidak masuk akal. Seperti misalnya pembangunan barak dan lain-lain,” ujarnya.

Baca: Swasta Belum Garap Potensi Perikanan, Ketua HIPMI Riau: Kami Tak Pernah Dilibatkan

Humas Asian Agri, Taufik, ketika dikonfirmasi secara terpisah, membenarkan KUD Bhakti merupakan PIR trush-nya PT Inti Indosawit Subur.

“Terkait biaya, kami mengacu kepada standar harga yang ada di aturan Dirjenbun, pakai harga tertinggi. Kenapa kita lakukan, karena kita tetap mengacu kepada standar kebun perusahaan. Kita tak mau hasil dan standarnya tidak sesuai, yang korban nantinya masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, PT IIS bisa saja mengikut harga replanting tersebut, tapi pastinya akan ada standar yang dikorbankan.

Ketika disebutkan bahwa saat ini ada pekerjaan replanting dananya bersumber dari BPDPKS yang dikerjakan PT IIS di Kecamatan Ukui, yang belum bisa dicairkan, karena adanya dana tidak langsung yang tinggi, seperti pembangunan barak, Taufik belum bersedia menjawab. “Nanti saya followup ke plasma,” ujarnya.

Namun setelah dua hari ditunggu, Taufik tidak memberikan jawaban. Ketika ditelfon melalui selulernya diangkat, pesan singkat melalui WhatsApp juga tak dijawab. (bpc17)