• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mengulik Peluang Bisnis Ayam Goreng di Pekanbaru dari d’Inspira Chicken, Rasanya di Hati

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 November 2023
bisnis ayam goreng di pekanbaru

Mengulik Peluang Bisnis Ayam Goreng di Pekanbaru dari d’Inspira Chicken (Foto: Bertuahpos.com / Melba)

Share on FacebookShare on Twitter

 Oleh: Melba Ferry Fadly 

Mengapa bisnis ayam goreng itu menarik? Seberapa besar potensi keuntungannya? Bagaimana pangsa pasar di Pekanbaru? dan Apa kunci dari keberhasilannya? Mari kita belajar dari d’Inspira Chicken.

Bisnis ayam goreng tepung bumbu, seolah tak ada matinya di Pekanbaru. Meski ada banyak pemain baru, tingginya permintaan pasar, selalu menempatkan ayam goreng di segmennya sendiri.

Peluang inilah yang ditangkap oleh PT Inspira Rotte Mulya, dengan produk ayam gorengnya, d’Inspira Chicken.

Sadar atau tidak, ayam telah menjadi kombinasi yang tak dapat dipisahkan dari pangan pokok, seperti nasi dan kentang. Pada tahun 2014, Food and Agriculture Organization merilis data yang menunjukkan, bahwa daging ayam menjadi menu paling populer dan ayam merupakan unggas paling banyak diternakkan secara di dunia.

Data ini diperkuat yang mana dalam 3 tahun terakhir, produksi daging ayam ras di Riau mengalami peningkatan yang signifikan.

Pada tahun 2020, Badan Pusat Statistik mencatat produksi daging ayam ras mencapai lebih dari 93 ribu ton. Meskipun mengalami penurunan pada tahun 2021 menjadi 90 ribu ton, produksi daging ayam di Riau kembali mengalami peningkatan pada tahun 2022, dengan total produksi mencapai lebih dari 104 ribu ton.

Secara bisnis, meningkatnya produksi sejalan dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap daging ayam, sehingga menjadikannya peluang bisnis yang menggiurkan.

Bertuahpos.com, disambut hangat oleh Direktur PT Inspira Rotte Mulia, Ikhsan Darmawan, pada 14 November 2023 lalu, saat kami mengunjungi outlet d’Inpsira Chicken, di Jalan Bukit Barisan Pekanbaru. Ikhsan bercerita banyak bagaimana usaha ini dibangun, dan bagaimana ayam akan selalu mendapat tempat di hati customer.

cara bisnis ayam goreng
Direktur PT Inspira Rotte Mulia, Ikhsan Darmawan (Foto: Bertuahpos.com / Melba)

Pangsa Pasar yang Besar

Pangsa pasar ayam di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru sangat besar. Hampir setiap bisnis kuliner, selalu menyediakan ayam sebagai salah satu menunya. “Faktanya, selalu ada peminatnya,” ujar Ikhsan membuka cerita.

“Iseng, saya pernah hitung, di Jalan Bukit Barisan ini saja, ada sekitar 25 tempat makan yang menjadikan ayam sebagai menu utamanya. Itu laku, dan peminatnya tinggi.”

“Jadi, kami menyisiplah di segmen ini,” ujarnya.

Sekitar setahun lebih berdiri, d’Inspira Chicken masih tergolong pemain baru di Pekanbaru namun hingga kini masih mampu bertahan. Menurut laporan keuangan penjualan, progres bisnisnya masih bagus.

Menurut Ikhsan, pertumbuhan bisnis ayam goreng tak lepas dari sebuah stigma umum di masyarakat, “Ayam itu enak dan simpel.” Terlebih ayam goreng, selalu tampil dengan visual yang menggugah selera.

Hampir setiap hari ayam telah menjadi menu yang selalu ada menemani nasi. “Kalau daging, paling sesekali kita makan,” ujarnya.

Ikhsan mengemukakan, secara umum tingkat konsumsi masyarakat perkapita, terhadap ayam di angka 4-5%. Ini adalah angka yang besar jika dibandingkan dengan jumlah 6 lebih juta penduduk Riau saat ini.

bisnis ayam goreng
Produk ayam goreng d’Inspira Chicken (Foto: Bertuahpos.com / Melba)

Ada Orientasi Sosial di Balik d’Inspira Chicken

Meski dikelola di bawah perusahaan tersendiri, d’Inspira Chicken dengan tagline: Rasanya di Hati, adalah unit usaha yang masih menjadi bagian dari PT Rotte Ragam Rasa—produsen roti merk Rotte.

Hadirnya d’Inspira bukan sebatas bicara bisnis dan keuntungan semata, tapi ada visi lain di balik itu. “Orientasi utama kita adalah sosial,” kata Ikhsan.

Brand d’Inspira hadir dengan harapan yang besar untuk bisa menginspirasi lebih banyak masyarakat dalam kehidupannya sehari-hari. Apapun itu.

Ada sebuah quote menarik terpanjang dengan ukuran besar, di salah satu bagian dinding di outlet ini. “Strategi Tanpa Eksekusi, sama dengan Halusinasi.” lebih kurang kalimatnya seperti itu.

“Kami ingin memberikan lebih banyak inspirasi kepada konsumen. Ruangan ini didesain dengan penuh quote. Ke depan masih akan dikonsep lebih eyekecing, namun tetap mempertahankan konsep dasarnya,” tambah Ikhsan.

Salah satu gerakan sosial yang beru saja dilakukan, d’Inspira Chicken menyiapkan 100 paket penjualan ayam goreng, yang mana seluruhnya didonasikan untuk membantu krisis kemanusiaan yang dialami oleh warga Palestina saat ini.

Aksi kemanusiaan ini berkolaborasi dengan Rotte Bakery dan sudah diakumulasikan pada tanggal 15 November 2023 lalu. Dalam kurun waktu 4 hari berselang, sekitar 80 paket Cinta Palestina yang disiapkan d’Inspira Chicken laku terjual, “Dan kami ada rencana untuk memperpanjang program promo ini,” katanya.

“Alhamdulillah respon masyarakat sangat bagus, dan semua hasil penjualan kami sumbangkan ke Palestina.”

Disiplin Quality Control

Jika Anda bertanya, apa yang membedakan produk ini dengan kebanyakan produk ayam goreng tepung di luar sana? Jawabannya adalah quality control yang ketat terhadap ayam yang mereka terima dari supplier.

Ikhsan menjelaskan, d’Inspira Chicken bekerja sama dengan salah satu rumah potong di Jalan Kartama, Pekanbaru untuk memenuhi bahan baku ayam.

Kerja sama ini terjalin dengan kesepakatan dan konsekuensi yang ketat. “Kami punya kriteria untuk daging ayam sesuai dengan standar yang kami tetapkan, dan mereka menyanggupi itu,” ujarnya.

Beberapa kriterianya, kata Ikhsan, daging ayam harus benar-benar fresh (segar). Ayam disembelih saat pagi, masing-masing berat potongan daging diseleksi, lalu diantar ke outlet, dilakukan pengecekan suhu, dan lain-lain. Jika tak sesuai, ayam akan dikembalikan ke penyuplai.

ayam goreng
d’Inspira Chicken Pekanbaru (Foto: Bertuahpos.com / Melba)

Kontrol yang paling ketat, kata dia, akan dilakukan pada tingkat suhu pada daging ayam. Ini menjadi bagian terpenting untuk memastikan daging itu benar-benar segar dan layak untuk dikonsumsi.

“Jika suhunya tidak sesuai standar, daging ayam akan membiru. Itu tandanya sudah ada kontaminasi bakteri di sana. Maka, akan kami kembalikan. Kami tak pernah pakai ayam frozen. “Itulah yang membuat produk kita berbeda.”

Sedangkan untuk hal lain yang berkaitan dengan dokumen jaminan kesehatan dan kehalalan, semuanya sudah dikantongi d’Inspira Chicken.

Dalam sehari, outlet ini mempu menjual 30-50 ekor atau sekitar 270 potong ayam goreng per hari kepada pelanggannya. Adapun permintaan tertinggi, pernah mencapai 70-80 ekor per hari dengan omzet mencapai Rp16 juta sehari. 

Sistem Bagi Hasil

Saat ini, ada 12 mitra (karyawan) yang bekerja di d’Inspira Chicken. Rata-rata para pekerja adalah kaula muda, dan sudah berpengalaman di bidang masing-masing. Bahkan, beberapa dari mereka sudah pernah memegang jabatan penting di perusahaan yang menjual produk serupa.

Ikhsan menjelaskan, perusahaan tak pernah menganggap mereka sebagai karyawan, tapi mitra. Secara berkelanjutan mereka akan terus diberi insight tentang wirausaha bahkan didorong untuk mengembangan usahanya.

Perbedaan lainnya juga dapat dilihat dari gaji dengan sistem bagi hasil. Jumlah keuntungan akan dibagi sesuai dengan persentase, sehingga mereka berpeluang untuk dapat penghasilan besar jika penjualan lagi tinggi.

“Bahkan pendapatan mereka bisa lebih tinggi dari persentase yang disetor ke pusat. Ini adalah syariat Islam yang kami terapkan. 

“Kami sudah ada rencana untuk ekspansi. Tapi mungkin di tahun depan,” tuturnya.***

Tags: ayamBerita UMKMbisnisPeluang usaha
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Mesin Popcorn Otomatis 1250W, Solusi Menu Tambahan untuk Kafe Kecil
Lifestyle

Mesin Popcorn Otomatis 1250W, Solusi Menu Tambahan untuk Kafe Kecil

...

Read moreDetails
Proses produksi oleh-oleh khas Riau keripik kulit ikan patin Melayu Crackers (Malakers) | Foto: Bertuahpos / Melba.

Kisah di Balik Kriuknya Melayu Crackers, Kulit Ikan Patin Berstranformasi Menjadi Oleh oleh Premium

Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen

Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen

Next Post
Polisi Masih Selidiki Cara Tahanan Polsek Tenayan Raya yang Melarikan Diri

Satu Tahanan yang Melarikan Diri dari Polsek Tenayan Raya Masih Diburu

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.