• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kritik Klaim Sri Mulyani, Anggaran Negara Bertumpu Pada Harga Komoditas

Tim Redaksi by Tim Redaksi
12 Januari 2019
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Indonesia di era Gus Dur, Rizal Ramli mengkritik soal pencapaian negara yang digadang-gadangkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Rizal beranggapan bahwa anggaran negara sejatinya masih sangat bertumpu pada harga komoditas.
 
Sebeliumnya, Sri Mulyani begitu bangga atas capaian penerimaan negara mencapai target tahun lalu. Sebab, peningkatan penerimaan lebih banyak disebabkan oleh kenaikan harga komoditas, termasuk minyak mentah.
 
“Jika harga komoditas naik maka kondisi keuangan negara akan ‘baik’. Jika turun, maka kondisi sebaliknya akan terjadi,” katanta seperti dikutip dari cnnindonesia.com.
 
APBN 2018 mengasumsikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) di level US$ 48 per barel. Namun catatan Kementerian ESDM rata-rata harga ICP sepanjang tahun lalu, US$67,47 per barel. Artinya, penerimaan negara tampak naik tapi bukan dari hasil kerja pemerintah. Melainkan karena harga minyak di atas asumsi pada anggaran.
 
Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Indonesia di era Gus Dur, Rizal Ramli (Foto: Net)

Atas dasar itu, menurut dia, klaim sukses Sri Mulyani mengklaim meningkatkan pendapatan tidak lebih dari sekedar alasan yang dibuat-buat, sebab sejatinya pendapatan dari sektor lain malah turun.
 
Sri Mulyani pada 2018 menyebut penerimaan negara mencapai Rp1.942,3 triliun atau mencapai 102,5 persen dari target di APBN 2018 senilai Rp1.894,7 triliun. Artinya, pendapatan negara tumbuh 16,6 persen atau lebih baik dari 2017 yang hanya sekitar 7,1 persen.
 
Rizal mengingatkan kinerja keuangan pemerintah memang terlihat baik. Namun, pemerintah mengorbankan laba perusahaan pelat merah seperti PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) yang dipaksa membantu subsidi.
 
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani (Foto: Net)


 
Padahal, negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam masih mencatatkan surplus. Bahkan, CAD Filipina hanya US$1,25 miliar.
 
Tak ayal, Rizal menilai argumen pemerintah yang kerap menyalahkan kondisi eksternal menjadi terbantahkan.”Kalau ini semata-mata faktor eksternal, bagaimana bisa negara lain di ASEAN tetap bisa menghasilkan transaksi berjalan yang surplus,” ujarnya. (bpc3)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Emas Diramalkan Sulit Bangkit, Ini Alasannya
Ekonomi

Harga Emas Dunia Anjlok, Aksi Jual Saham Teknologi Jadi Pemicu

...

Read moreDetails
Yamaha TMAX 560 2026, Skutik Bongsor Kantongi Sertifkasi Euro5+, Harga Setara Rumah

Yamaha TMAX 560 2026, Skutik Bongsor Kantongi Sertifkasi Euro5+, Harga Setara Rumah

Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi

Dampak Karhutla Mengancam Investasi Properti hingga Awal 2027

Karhutla di Sekitar Tol Palindra, HKA Siapkan Personel untuk Patroli Hingga Medis

Karhutla di Sekitar Tol Palindra, HKA Siapkan Personel untuk Patroli Hingga Medis

Suzuki S-Presso Girl Edition, Mini SUV Kompak Dibekali Mesin K10B Harganya Rp100 Jutaan

Suzuki S-Presso Girl Edition, Mini SUV Kompak Dibekali Mesin K10B Harganya Rp100 Jutaan

Next Post

Bagaiaman Harga Ikan di Pekanbaru Akhir Pekan Ini? Berikut Selengkapnya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.