Jokowi Minta Aturan Penghalang Ekspor Sarang Burung Walet dan Porang Dihilangkan

Selasa, 04 Mei 2021 16:46
Jokowi Minta Aturan Penghalang Ekspor Sarang Burung Walet dan Porang Dihilangkan
Sarang burung walet.

BERTUAHPOS.COM — Presiden Joko Widodo [Jokowi] meminta kepada bawahannya agar setiap aturan yang mengganjal kelancaran ekspor sarang burung walet dan tanaman porang dihilangkan.

Hal itu ditegaskan Jokowi saat memimpin rapat terbatas membahas pengembangan budidaya sarang burung walet dan tanaman porang secara tertutup.

Advertisement

Dalam rapat yang digelar di kompleks Istana Kepresidenan itu, pemerintah sepakat untuk mengakselerasi pembinaan secara teknis untuk kedua komoditas tersebut.

Menurut penuturan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Presiden meminta agar berbagai aturan yang menghambat kedua komoditas ini untuk diekspor dihilangkan. 

Baca: Harga Murah dan Berkualitas Jadi Alasan Pemburu Baju Second

Pemerintah memastikan akan memberikan ruang bagi kedua komoditi ini berkembang.

“Melakukan upaya maksimal, memberikan ruang bagi petani porang dan tentu petani rumah burung walet agar besok kita bisa mendapatkan nilai ekspor yang lebih banyak bagi kepentingan negeri dan kepentingan rakyat,” ucapnya, Selasa, 4 Mei 2021, di Jakarta, dikutip dari CNBC Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan sarang burung walet memiliki nilai yang besar. Indonesia, kata dia, pun sudah menjadi produsen utama sarang burung walet dunia.

“Bahkan kalau saya tidak salah, hampir 80% daripada kapasitas dunia itu di-supply dari Indonesia,” katanya.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, sepanjang tahun lalu Indonesia mengekspor hingga 1.316 ton atau setara US$ 540 juta untuk sarang burung walet ke berbagai belahan dunia.

“Oleh karena itu Kementerian Perdagangan akan mengadakan streamlining daripada proses perizinan ekspor dan memastikan bahwa kita akan mendapatkan harga yang terbaik untuk sarang burung walet,” katanya.

Sedangkan untuk tanaman porang yang merupakan umbi-umbian — termasuk dalam keluarga areaceae — dijual dalam bentuk umbi, irisan kering, tepung porang, dan glukomannan.

Makanan yang dibuat dari tanaman ini, kata dia, sangat disukai, karena manfaat kesehatannya.

“Kita akan bekerja sama dengan menteri pertanian dari hulunya, kemudian menteri perindustrian untuk prosesnya, dan juga Kementerian Perdagangan untuk menjualnya di pasar dunia,” tegasnya. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 08 Mei 2021 11:48

Poros Partai Islam Akan Membelah Politik Identitas di Pilpres 2024

Partai Islam, Pilpres 2024

Sabtu, 08 Mei 2021 11:31

HK Targetkan 550 KM Tol Trans Sumatera Rampung di 2023

Tol Trans Sumatera

Sabtu, 08 Mei 2021 10:49

Kadiskes Riau: Ruang ICU Makin Menipis

Covid-19, ICU, Rumah Sakit

Sabtu, 08 Mei 2021 09:04

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Lailatul qadar

Sabtu, 08 Mei 2021 07:52

KKB Serang Mapolsek Ilaga, Papua

KKB Papua

Jumat, 07 Mei 2021 21:47

ATM BRK di Kepri Dibobol, Pelaku Langsung Disergap Warga

ATM BRK, Maling