Dari Rp30 Ribu Harga Jahe di Teluk Pinang Naik Jadi Rp100 Ribu/Kg

Senin, 16 Maret 2020 05:35
Dari Rp30 Ribu Harga Jahe di Teluk Pinang Naik Jadi Rp100 Ribu/Kg

BERTUAHPOS.COM, INHIL – Jahe merupakan salah satu komoditi yang laris di banyak pasar tradisional di Inhil, Riau. Sebelumnya, jahe disebut-sebut ampuh untuk menangkal virus corona, dengan cara minum air rebusannya.

Rasyid, seorang pedagang di pasar tradisional di Kelurahan Teluk Pinang, Inhil, Riau mengatakan, salah satu penyebab meroketnya harga jahe lantaran tingginya permintaan warga terhadap komoditi itu.

Advertisement

“Kalau stok (jahe) banyak, selalu ada. Di sini orang tanam jahe banyak. Tapi memang yang cari ramai,” katanya, kepada bertuahpos.com.

Dia menambahkan, tingginya permintaan terhadap jahe membuat harganya naik berkali-kali lipat. Sebelum heboh corona, harga jahe di pasar ini hanya Rp30 ribu per kilogram.

Baca: Selisih Harga Picu Konsumen Ramai Pindah ke Gas Bersubsidi

Saat ini, kata Rasyid, harga jahe sudah Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan harga tidak hanya di pasar tradisional, tapi juga terjadi ditingkat penyuplai. Dengan demikian harga jahe di sini mengalahkan harga jahe di Pekanbaru, dimana pada pertengahan pekan lalu harganya masih dikisaran Rp25-Rp30/Kg.

Naiknya daya beli masyarakat terhadap komoditi jahe ada beberapa faktor. Diantaranya, akibat mewabahnya Covid-19 di Indonesia.

“Selain untuk (bumbu) masak, untuk minum juga. Kami dari dulu minum (air rebusan) jahe. (Wabah Corona) Ya takut lah. (Semoga) jangan sampai kesini lah,” kata Ujang, pengunjung pasar itu.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau, Zul Asdi menerangkan bahwa jahe dan bahan rempah lokal lain di Riau diyakini secara klinis mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan virus, akan kalah pada kondisi tubuh yang memiliki stamina kuat.

“Sebenarnya tidak hanya jahe, di tempat kita ini (Riau) ada banyak sekali bahan rempah-rempah lokal yang sangat baik untuk daya tahan tubuh dan kesehatan,” ungkapnya.

Dikutip dari Pusaka Cita Rasa Indonesia Seri Satu karya Murdijati-Gardjito, nenek moyang kita telah mengenal jamu sebagai pendukung kesehatan masyarakat serta untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satu bahan utama pembuatan jamu yakni jahe.

Tanaman penghangat tubuh ini diyakini mengandung segudang manfaat, diantaranya; meningkatkan daya tahan tubuh, anti bakteri dan jamur, menurnkan kadar kolesterol, anti alzheimer, kaya antioksidan, serra mencegah depresi.

(bpc3)

Berita Terkini

Kamis, 22 Oktober 2020 21:08

Tim Gabungan Operasi Yustisi Gelar Patroli Protkes di Kantor Pemkot Solok

#operasi #protokolkesehatan

Kamis, 22 Oktober 2020 20:31

Hati-hati Penyebaran Corona, ‘Klaster Baru Cuti Bersama’

#lipsus #cutibersama #corona

Kamis, 22 Oktober 2020 17:30

Tahukah Kamu, Berapa Jumlah Pulau di Provinsi Riau?

#PULAU #RIAU

Kamis, 22 Oktober 2020 15:01

City Memang Punya Tendangan Bebas Mematikan

#TENDANGAN #BEBAS

Kamis, 22 Oktober 2020 14:15

Masih Menanti Kebijakan Saudi Soal Pelaksanaan Umrah

#umrah #arabsaudi

Kamis, 22 Oktober 2020 14:02

IDI Soal Vaksin Corona, Kirim Surat ke Menkes, Jangan Terburu-buru

#vaksin #corona #idi

Kamis, 22 Oktober 2020 13:19

Wapres Ma’ruf Amin Setuju Pilkada Ditunda

#WAPRES

Kamis, 22 Oktober 2020 10:31

Sujiwo Tejo: Kepercayaan Masyarakat Kepada Pemerintah Mulai Luntur

#uuciptakerja #sujiwotejo