• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bedak Bayi Dianggap Pemicu Kanker — Johnson & Johnson Tawarkan Uang Damai Rp104 Triliun

Tawaran ini merupakan langkah ketiga dari J&J dalam upayanya mengatasi klaim yang telah mempengaruhi reputasi dan harga saham perusahaan tersebut.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 Mei 2024
bedak bayi
109
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Perusahaan raksasa Johnson & Johnson (J&J) telah mengajukan tawaran uang damai senilai US$6,475 miliar — setara dengan Rp104 triliun —  kepada mantan pelanggan mereka, yang menggugat atas klaim produk bedak bayi diduga menyebabkan kanker.

Proposal ini — yang tersebar dalam rentang 25 tahun — bertujuan untuk menyelesaikan hampir semua gugatan yang sama, saat ini maupun yang akan datang, menurut laporan BBC, dikutip Jumat, 3 Mei 2024.

Tawaran ini merupakan langkah ketiga dari J&J dalam upayanya mengatasi klaim bedak bayi pemicu kanker yang telah mempengaruhi reputasi dan harga saham perusahaan tersebut.

Kendati J&J menegaskan bahwa tidak ada kasus yang “berdasar” untuk melawan perusahaan, namun J&J berupaya mendapatkan dukungan dari pihak lawan. “Dengan cara menyelesaikan konflik secara damai.”

Pada tahun sebelumnya, J&J juga mengusulkan uang damai hampir US$9 miliar untuk kesepakatan yang lebih komprehensif, termasuk klaim terkait kanker paru-paru dan mesothelioma.

Perusahaan ini juga telah berhasil menangani sebagian besar klaim terkait mesothelioma, sebagaimana klaim dari pernyataan resmi yang J&J keluarkan.

J&J berharap tawaran terbaru ini dapat membantu mengakhiri proses hukum, khususnya klaim terkait kanker ovarium. “Suara penggugat akan menjadi penentu apakah rencana ini dapat dilanjutkan,” kata Wakil Presiden Litigasi Global Perusahaan, Erik Haas.

Masalahnya, reaksi terhadap tawaran tersebut beragam. Pengacara yang mewakili mantan pelanggan J&J menyuarakan keprihatinan bahwa tawaran ini mungkin tidak memadai untuk klaim terkait kanker ovarium dan mesothelioma.

Johnson & Johnson menghentikan penjualan bedak bayi berbasis talk di AS pada 2020 dan mengumumkan rencana untuk mengakhiri penjualan secara global pada 2022.

Meskipun mereka telah memenangkan sebagian besar tuntutan hukum terkait produk bedaknya, termasuk klaim bahwa produk tersebut tidak mengandung asbes atau menyebabkan kanker, beberapa putusan pengadilan tetap menjadi beban signifikan bagi perusahaan.

Sebelumnya, J&J juga mencoba menyelesaikan gugatan hukum melalui pengadilan kebangkrutan.

Akan tetapi upaya ini terhambat ketika hakim menolak bahwa anak perusahaan yang dibentuk oleh J&J untuk menangani klaim tersebut tidak mengalami kesulitan keuangan yang memadai untuk menggunakan sistem kebangkrutan.***

Tags: Artikel Kesehatanbisnis
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Proses produksi oleh-oleh khas Riau keripik kulit ikan patin Melayu Crackers (Malakers) | Foto: Bertuahpos / Melba.
Berita Pilihan

Kisah di Balik Kriuknya Melayu Crackers, Kulit Ikan Patin Berstranformasi Menjadi Oleh oleh Premium

...

Read moreDetails
Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen

Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen

Proyek Mixed-Use Australia Senilai Rp25 Triliun Siap Digarap

Proyek Mixed-Use Australia Senilai Rp25 Triliun Siap Digarap

Next Post
Branch Manager BRk Syariah Cabang Arifin Ahmad, Marwan Setiadi menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Wakil Rektor 2, Rasyid Zen

BRK Syariah Serahkan Hadiah untuk Lomba Kreativitas AIK pada Tabligh Akbar UMRI

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.