• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pendapat Arkeolog yang Pernah Teliti Muara Takus Soal Kondisi Kepurbakalaan di Tanah Air

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 Oktober 2020
kondisi kepurbakalaan di tanah air

Arkeolog Universitas Indonesia Ali Akbar.

109
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Arkeolog Universitas Indonesia Ali Akbar mengatakan, ada yang perlu dikoreksi bersama terkait dukungan pemerintah, sejarawan dan penggiat sejarah, terkait kondisi kepurbakalaan di tanah air, termasuk di Riau.

Hal itu, menurutnya dapat dilihat dari apa yang terjadi pada Candi Muara Takus pada masa lalu. Dimana dukungan-dukungan dari pihak tersebut dianggap masih sangat lemah. 

“Ya itu memang kekurangan  kita di Indonesia, kampus yang memfasilitasi jurusan arkeologi hanya ada enam, artinya arkeolog di Indonesia langka!,” katanya saat dihubungi Bertuahpos.com via seluler, akhir September 2020 lalu.

Ali Akbar pernah menerima anugerah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sebagai peneliti muda terbaik pada 2006 lalu. Dia membandingkan tentang pengelolaan cagar budaya di Eropa dengan di Indonesia. Pada tahun 2017, dia berhasil mendapat beasiswa Habibie Center.

Menurutnya, kondisi ini harusnya menjadi koreksi bersama bahwa itu merupakan kelemahan Indonesia, jika dibandingkan dengan negara lainnya, dalam hal  menjaga cagar budaya.

Selain itu, jika dilihat dari dukungan akademisi juga minim. Bisa dilihat hanya beberapa kampus di Tanah Air yang menyediakan jurusan-jurusan terkait arkeologi, sehingga kondisi kepurbakalaan di Tanah Air tidak mendapat perhatian serius.

Secara geografis, di Indonesia hanya menyediakan jurusan arkeologi. Tiga di Jawa (UI, UGM, dan Universitas Udayana), dua di Sulawesi (Unhas, Universitas Halu Uleo), dan satu di Sumatera (Universitas Jambi). Namun semuanya masih PTN. 

“Padahal Indonesia punya banyak situs bersejarah,” tambah lelaki yang pernah meneliti Muara Takus 10 tahun lalu ini.

“Nggak usah jauh-jauh, atau yang deket aja, Malaysia. Mereka ‘jualan’ budaya. Padahal budaya di Indonesia lebih banyak dan bervariasi,” sambungnya.

Orang Eropa sejatinya sangat mengagumi bangunan tua. Sebenarnya situs di Eropa monoton. Keragaman budaya di Tanah Air dalam bentuk bangunan jauh lebih kaya di Indonesia. 

“Tapi mereka berhasil menjual budayanya, menjadi daya tarik dan memutar roda ekonomi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, hal itu memang terkait erat dengan keberadaan lembaga dan infrastruktur terkait. Seperti posisi dan keberadaan balai kepurbakalaan daerah.

Pada saat, Ali Akbar melakukan penelitian di Riau tentang Candi Muara Takus, misalnya, kantor terkait arkeologi tidak ada di provinsi tersebut, tetapi ada di provinsi lain. “Semoga ke depan akan ada kantor terkait arkeologi dan pelestarian cagar budaya di tiap provinsi,” sambungnya.

Oleh sebab itu, menurutnya, perlu penambahan jurusan arkeologi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk juga di Riau. (bpc5)

Tags: ali akbararkeologcindi muara takusdi riaukondisi kepurbakalaan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

infrastruktur jalan di Riau
Regional

Begini Gambaran Secara Data Kondisi Infrastruktur Jalan di Riau

...

Read moreDetails
terkonfirmasi corona di kalangan anak muda

Ahli Epidemiologi Riau: Orang Muda Terserang Corona Bukan Hal yang Luar Biasa

kasus corona di bengkalis

Positivity Rate di Riau Sudah Diangka 30,52%, Ada ‘Ledakan’ Kasus Corona di Bengkalis

Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kantor Wilayah DJP Riau, M Agus Budisantoso. (Melba/Bertuahpos)

DJP Riau Catat Realisasi Penerimaan Pajak Hingga Triwulan III/2020 Sudah 69,13%

pelabuhan peti kemas

PT Ilufa Makmur Jaya Rencana Investasi Pelabuhan Peti Kemas di Riau

Staf Khusus Kemenkes RI: Angka Kematian Covid-19 di Riau Masih Di Bawah Rata-rata Nasional

Next Post

Selalu Bergoyang, Indonesia Diguncang 706 Gempa Selama September

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.