Strategi Promosi Pariwisata Kabupaten/Kota Tergolong Minim, Ini Kata Kadisparekraf Riau

Sabtu, 09 Oktober 2021 17:35
Strategi Promosi Pariwisata Kabupaten/Kota Tergolong Minim, Ini Kata Kadisparekraf Riau
Kegiatan Mandi Safar di pantai Pulau Rupat Bengkalis (Foto: Instagram @balawistarupa_bengkalis)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemprov Riau mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk lebih gencar melakukan promosi pariwisata dengan berbagai platform, mengingat strategi pemasaran sektor pariwisata di daerah sejauh ini dianggap masih minim.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Roni Rakhmat mengungkapkan, seluruh daerah di Riau masih perlu melakukan promosi dalam rangka mengangkat kembali potensi wisata di daerah masing-masing setelah jatuh akibat pandemi Covid-19.

“Ada banyak hal bisa dilakukan daerah itu untuk menjual objek wisata mereka. Terutama mengatur kembali strategi promosi dengan memanfaatkan berbagai platform yang ada, salah satunya tentu harus lebih gencar di sosial media,” tuturnya kepada Bertuahpos.com saat dihubungi, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Strategi pemasaran di sektor pariwisata, diakuinya memang sedikit berbeda dari yang lainnya. Perkembangan teknologi digitalisasi harus betul-betul dimanfaatkan secara maksimal ‘untuk jualan’ agar bisa menyasar segmentasi lebih luas.

Baca: Ditemukan Warga, 2 Ekor Anak Kucing Hutan di Pekanbaru Dievakuasi

Dia mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Riau belum bisa berharap pada wisatawan mancanegara dalam upaya mengangkat kembali sektor kepariwisataan dan ekonomi kreatif di daerah. Namun optimalisasi sektor pariwisata bisa dilakukan dengan memanfaatkan potensi wisatawan lokal.

“Memang untuk promosi itu harus menyesuaikan dengan kekinian, jadi promosi lewat digital dan sosial media itu harus dilakukan semua oleh daerah-daerah. Mumpung kasus Covid-19 turun, jadi pelonggaran-pelonggaran sudah dilakukan pemerintah. Inilah kesempatannya untuk mengajak orang sebanyak-banyaknya mengunjungi objek wisata di daerah-daerah,” tuturnya.

Roni pun mengklaim bahwa pihaknya telah mengarahkan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan promosi wisata dengan memanfaatkan digitalisasi. Namun diakuinya semua itu masih berproses. 

“Tapi memang mungkin masih ada kabupaten/kota yang masih terbawa ‘suasana lah’. Yang jelas, sekarang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah itu sudah mulai menggeliat lah,” sambungnya. (bpc2)