• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sri Mulyani Cemas Ekonomi Akan Berdampak Buruk Akibat Omicron

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
28 Januari 2022
pertumbuhan ekonomi
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan pentingnya untuk bersikap waspada agar peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2022.

Pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis, 27 Januari 2022. Dia menyebut pemerintah akan fokus pada Omicron dalam beberapa waktu ke depan.

Dia berharap, masalah ini tak memberikan pengaruh besar terhadap kinerja pemulihan ekonomi. “Terutama nanti kuartal I tahun 2022,” jelasnya dilansir dari Suara.com.

Jika melihat data kasus harian dunia per 25 Januari 2022, kasus Covid-19 telah mencapai 3,31 juta dengan jumlah kematian 8.000 jiwa per hari. Berdasarkan data dari berbagai negara, kasus rata-rata tujuh hari di Amerika Serikat merupakan yang tertinggi dari seluruh negara di dunia, dengan capain kasus sebanyak 616.600 kasus dengan kematian mencapai 2.159 jiwa.

Sementara di Perancis menembus angka 366.200 kasus, India 312.000 kasus, Italia 162.300 kasus dan Brasil mencapai 159.000 kasus. Sedangkan Indonesia masih relatif rendah dengan angka 1.808 kasus. “Namun kita memiliki kewaspadaan yang tinggi dengan tren kenaikan, terutama Omicron dari penularan yang sekarang sudah sifatnya lokal,” tuturnya.

Untuk mencegah transmisi virus yang semakin luas, Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh jajaran untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi dan meningkatkan pemberian vaksin booster kepada masyarakat.

“Covid masih akan menjadi fokus kita. Kami dengan Kementerian Kesehatan akan terus berkoordinasi mengenai belanja-belanja di bidang kesehatan yang terus dinamis, baik dari sisi terapeutik karena kemarin jumlah meningkat dan kita sekarang melihat BOR (Bed Occupancy Rate) juga sudah mulai naik, tempat isolasi juga mulai naik lagi,” papar Menkeu.

Sri Mulyani menjelaskan transisi pandemi menuju endemi membutuhkan kalibrasi dan menggunakan seluruh instrumen kebijakan secara fleksibel. Pemerintah menyadari berbagai langkah-langkah untuk menghadapi varian Omicron akan sangat berpengaruh terhadap akselerasi pemulihan ekonomi.

“Karena jalan menuju endemi ini tidak smooth. Setiap negara juga terus mencoba-coba. Jadi kita juga akan melihat termasuk perkembangan dari varian atau jenis virusnya, serta kemungkinan ditemukannya vaksin maupun pengobatan yang lebih baik,” ujar Menkeu.

Sri Mulyani mengungkapkan APBN menjadi salah satu instrumen kebijakan yang akan terus membantu pemulihan ekonomi. Tentunya ini dilakukan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Selanjutnya, APBN tahun 2022 akan terus fleksibel dan antisipatif dalam menghadapi risiko pandemi, mempercepat pemulihan ekonomi, melanjutkan pembangunan infrastruktur prioritas, meningkatkan daya saing, serta mendukung reformasi struktural sebagai instrumen mewujudkan Indonesia Maju 2045. (bpc2)

Tags: pertumbuhan ekonomiSri mulyani
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Bappenas Tegaskan Kebijakan Pembangunan Daerah Tak Bisa Disamaratakan
Nasional

Bappenas Tegaskan Kebijakan Pembangunan Daerah Tak Bisa Disamaratakan

...

Read moreDetails
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Defisit Transaksi Berjalan Tembus 3,3%, OJK: Sektor Keuangan Tetap Stabil

Airlangga Bantah Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Prabowo

Airlangga Bantah Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Prabowo

Anggaran penanganan stunting

Menangis saat Rapat Bahas APBN 2025, Sri Mulyani Minta Maaf

pertumbuhan ekonomi riau

Geliat Pertumbuhan Tahun 2023 jadi Barometer dalam Capaian Ekonomi Riau Tahun Ini

Pertumbuhan Ekonomi Riau 2024

BI Optimis Ekonomi Riau 2024 Bertengger di Kisaran 4,8%

Next Post
Vicky Prasetyo jawab pertanyaan Deddy COrbuzier soal namanya diblacklist KUA

Cerai dari Kalina Oktarani, Vicky Prasetyo Berniat Bawa Calon Istri Baru ke Podcast Deddy Corbuzier

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.