SPAM Durolis dan Regional Pekanbaru – Kampar Sedot Anggaran Besar, Tapi Penyaluran Belum Maksimal

Kamis, 30 September 2021 14:46
SPAM Durolis dan Regional Pekanbaru – Kampar Sedot Anggaran Besar, Tapi Penyaluran Belum Maksimal
Ilustrasi

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdapro) Riau SF Hariyanto mengungkapkan 2 proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Riau hadir dengan anggaran yang besar. Namun hingga kini, diakuinya bahwa, penyaluran atau pendistribusiannya kepada masyarakat masih belum maksimal.

Hal ini diungkapkan SF Hariyanto kepada wartawan usai audiensi di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Kamis, 30 September 2021. 

Dalam audiensi ini turut hadir Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Diana Kusumastuti, bersama dengan jajaran dari Pemerintah Kota Pekanbaru,  Kota Dumai, Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Bengkalis.

Adapun 2 SPAM tersebut, yakni SPAM Durolis (Dumai Rokan Hilir dan Bengkalis) serta SPAM Regional Pekanbaru – Kampar. “Memang 2 SPAM ini yang anggarannya cukup besar namun pada saat ini belum maksimal untuk penyaluran kepada masyarakat,” katanyanya.

Baca: Ini Tips Menulis Naratif dari Ahmad Djauhar 

Dia menambahkan, kedatangan perwakilan dari Kementerian PUPR, kata SF Hariyanto, tak lain untuk mempertanyakan komitmen pelaksanaan SPAM kepada Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau, serta kabupaten dan kota yang terkait. Mengingat dana yang sudah dikeluarkan oleh pihak kementerian, Pemprov Riau dan kabupaten/kota sangat besar.

“SPAM dengan biaya yang cukup besar ini jangan sampai tidak maksimal. Untuk itu, kita akan melihat kendala di lapangan apakah terkait pipa yang bocor atau lainnya,” tuturnya.

Kata SF Hariyanto, secara instalasi pada kedua SPAM tersebut sudah rampung, namun pendistribusian air ke rumah warga masih jauh dari kata maksimal. “Airnya masih kecil, maka akan dilihat kendala yang terjadi di lapangan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, kedua SPAM tersebut (Durolis dan Regional Pekanbaru – Kampar) dibangun dengan budget sharing, dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun lebih.

(bpc2)