Seperti Biasa, China Paling Banyak Impor Bahan Baku dari Riau

Senin, 19 Juli 2021 12:40
Seperti Biasa, China Paling Banyak Impor Bahan Baku dari Riau
Seorang warga bersepeda di sepanjang gang tradisional China (Foto: REUTERS, Jason Lee)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Tiongkok, China sejauh ini menjadi salah satu negara yang paling tinggi mengimpor bahan baku dari Riau. Selain China, tingginya permintaan bahan baku seperti CPO atau minya nabati juga datang dari India.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, periode Januari-Juni 2021, ekspor non migas ke sepuluh negara tujuan utama memberikan kontribusi sebesar 68,68 persen terhadap total nilai ekspor non migas Riau.

“Dari sepuluh negara tujuan utama, lima diantaranya memberikan kontribusi terbesar. Tiongkok menjadi negara yang paling banyak memberikan kontribusi,” ujar Kepala BPS Riau, Misfaruddin, Senin, 17 Juli 2021.

Dirincikan 5 negara yang memberikan kontribusi terbesar adalah Tiongkok US$ 1,63 miliar atau 20,38%, lalu India sebanyak US$ 954,69 juta atau 11,92%.  

Baca: Ribuan Pengacara di New York Diserang Secara Siber

BACA JUGA:  Muslim AS Minta OKI ‘Lantang’ Perjuangkan Uighur

Ada Malaysia US$ 491,43 juta 6,14%. Sedangkan Belanda US$ 478,86 juta 5,98% dan Amerika Serikat US$ 376,73 juta 4,71%.

Dengan demikian, kontribusi kelimanya mencapai 49,13% sedangkan lima negara lainnya memberikan kontribusi sebesar 19,55%.

Misfaruddin menyebutkan, dari 10 negara terbesar tujuan ekspor non migas bulan Juni 2021 dibanding bulan Mei 2021, sebanyak 9 negara mengalami penurunan dan 1 negara mengalami kenaikan.

Penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke negara India sebesar US$ 103,72 juta, Malaysia US$ 50,62 juta, Tiongkok US$ 49,88 juta, Amerika Serikat US$ 33,83 juta, dan Spanyol US$ 27,08 juta. Sedangkan kenaikan ekspor hanya ke negara Bangladesh sebesar US$ 1,02 juta,” sebutnya. 

Lebih lanjut Misfaruddin berujar, untuk ekspor non migas mengalami kenaikan sebesar 35,00 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya ekspor industri sebesar 35,43 persen, dan ekspor pertanian sebesar 5,07 persen, dibanding periode yang sama tahun 2020.

“Dilihat dari kontribusinya terhadap total nilai ekspor pada Januari-Juni 2021, ekspor non migas memberikan kontribusi sebesar 87,85 persen, sedangkan ekspor migas 12,15 persen. Besarnya peranan sektor non migas didukung oleh peran sektor industri sebesar 86,88 persen,” tandasnya. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 30 Juli 2021 18:13

Nelayan di Rohil Dapat Bantuan 30 Unit Rumah Panggung

Nelayan, Rohil

Jumat, 30 Juli 2021 17:05

Gubri Sebut Rumah Oksigen Bisa Tampung 200 Pasien Covid-19

Rumah Oksigen Riau

Jumat, 30 Juli 2021 16:03

Ha? Ada Tsunami di Indonesia Hari Ini?

Tsunami Indonesia

Jumat, 30 Juli 2021 15:30

Jokowi: Jangankan Lockdown, Semi Lockdown Saja Sudah Menjerit

Indonesia, Lockdown

Jumat, 30 Juli 2021 15:02

PPKM Level 4 di Pekanbaru Malah Bikin Warga Berkerumun di Tengah Jalan

PPKM Level 4 Pekanbaru

Jumat, 30 Juli 2021 14:15

Video: Pemprov Riau Diminta Segera Serahkan Draf APBD-P 2021

APBD-P Riau 2021

Jumat, 30 Juli 2021 13:30

Daerah Harusnya Bisa Gesa Realisasi Perlinsos dengan PMK Ini

PMK Perlinsos

Jumat, 30 Juli 2021 13:14

Hitung-Hitung Amalan Selama di Dunia

Islampedia

Jumat, 30 Juli 2021 12:36

Wagubri: Jaminan Kesehatan Adalah Hak Pekerja

Jaminan Kesehatan Pekerja