Rakyat Makin Tak Puas dengan Kinerja Jokowi dalam Tangani Covid-19

Minggu, 18 Juli 2021 19:45
Rakyat Makin Tak Puas dengan Kinerja Jokowi dalam Tangani Covid-19
Presiden Joko Widodo

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Rakyat Indonesia semakin tidak puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam hal penanganan Covid-19. 

Hal ini tertuang dalam hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi dalam menangani wabah virus corona (Covid-19) cenderung menurun dalam enam bulan terakhir.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi memang masih cukup tinggi pada Juni 2021 dengan 59,6%. 

Namun, angka itu menurun dibandingkan Desember 2020 yang mencapai 68,9%. “Terutama menjelang PPKM Darurat,” tuturnya dalam konferensi pers virtual pada Minggu, 18 Juli 2021.

Baca: Persahabatan Seokarno dan JFK

BACA JUGA:  Riau Usulkan PSBB 5 Daerah

Hal tersebut diketahui dari hasil survei yang dilakukan pihaknya pada 22-25 Juni 2021 terhadap 1.200 responden dari 34 provinsi. 

Survei dilakukan menggunakan metode simple random sampling dengan tingkat kesalahan sekitar 2,8%

Dijelaskan pula, bahwa tingkat ketidakpuasan masyarakat cenderung lebih tinggi di daerah – daerah diberlakukan PPKM Darurat. 

Dijelaskan, dari hasil survei, sebanyak 49,4% menyatakan tidak puas merupakan masyarakat DKI Jakarta.

Berikutnya tingkat ketidakpuasan terhadap kinerja Jokowi di Jawa Barat 43,7%; Jawa Tengah 40,9%; dan Sulawesi 44,7%. 

Menurut Djayadi hal tersebut beririsan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Presiden Jokowi dalam menangani wabah. 

Dari hasil survei LSI menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat juga menurun dalam empat bulan terakhir.

“Tingkat kepercayaan pada kemampuan Presiden menangani wabah menurun cukup tajam selama 4 bulan terakhir, dari Februari ke Juni 2021. Dari 56 persen ke 43%,” ujar Djayadi.

“Untuk pertama kalinya selama pandemi ini, di bulan Juni, tingkat kepercayaan pada Presiden itu di bawah 50%. Ini juga satu hal yang saya kira penting untuk memahami bagaimana kelancaran dari program penanganan wabah seperti PPKM Darurat,” kata dia menambahkan. (bpc2)