• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pertanyaan TWK Pilih Al-Qur’an atau Pancasila, Fadli Zon: Menghina Agama

Romi J. by Romi J.
20 Juni 2021
Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon. (Foto: Net)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan pertanyaan TWK pilih Al-Qur’an atau Pancasila jelas menghina agama.

Nenurut dia, pertanyaan pilih Al-Qur’an atau Pancasila juga secara jelas mempertentangkan antara Islam dan Pancasila.

“Pertanyaan pilih Al Qur’an atau Pancasila jelas menghina agama sekaligus mempertentangkan Islam dan Pancasila,” cuit Fadli di akun twitternya, @fadlizon, Minggu 20 Juni 2021.

Fadli juga mengatakan pertanyaan pilih Al Qur’an atau Pancasila adalah sebuah teknik adu domba. Dia kemudian meminta pihak terkait mengusut siapa dalang yang membuat pertanyaan tersebut.

“Cara-cara ini adalah teknik adu domba. Harus segera diusut dalangnya,” pungkas dia.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengatakan pertanyaan pilih Al-Qur’an atau Pancasila di TWK hanyalah untuk melihat respon peserta tes.

Menurut Bima, pertanyaan tersebut bukanlah soal agama atau Pancasila, melainkan hanya untuk melihat respon peserta.

Bagi peserta yang memiliki pemahaman agama atau Pancasila rendah, dengan cepat akan memilih agama. Sementara, yang pemahaman agamanya dan Pancasila cukup, akan kebingungan dengan pertanyaan tersebut.

“Jadi kebingungan inilah yang ditangkap oleh asesor sehingga mengetahui seseorang berada di level mana,” jelas Bima.

Menurut Bima, jika pertanyaan ini muncul, berarti peserta tes sudah masuk kategori berat dalam indeks moderasi bernegara (IMB-68) dan profiling.

“Ini sebetulnya pertanyaan berat. Kalau ada seseorang yang ditanya asesor pilih Al Quran atau Pancasila maka dia termasuk kategori berat,” kata dia. (bpc4)

Tags: agamaFadli zonmenghina agamatwk
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Heboh Wayang Kulit Haram, Fadli Zon Posting Penghargaan Rekor MURI Koleksi Wayang Nusantara Terbanyak

...

Read moreDetails
Sampoerna Foundation

Fadli Zon: Polisi Kita Pertontonkan Keangkuhan Kekuasaan

Sampoerna Foundation

Fadli Zon: Siklus Pemilu 5 Tahun Agar Demokrasi Tetap Berjalan dan Tak Terjadi Anomali

Sampoerna Foundation

Soal ‘Perang TNI-Polri dengan OPM, Pengamat Sebut Pernyataan Fadli Zon Provokatif

Politisi Fadly Zon

Fadli Zon: Ruang Ekpresi Politik dan Sikap Kritis Kian Sempit

Fadli Zon: Normalisasi Hubungan dengan Israel Merupakan Pengkhianatan Konstitusi

Next Post
hujan lebat januari

Cuaca Riau, Malam Ini Pekanbaru Berpotensi Hujan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.