Pertanyaan TWK Pilih Al-Qur’an atau Pancasila, Fadli Zon: Menghina Agama

Minggu, 20 Juni 2021 16:53
Pertanyaan TWK Pilih Al-Qur’an atau Pancasila, Fadli Zon: Menghina Agama
Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon. (Foto: Net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan pertanyaan TWK pilih Al-Qur’an atau Pancasila jelas menghina agama.

Nenurut dia, pertanyaan pilih Al-Qur’an atau Pancasila juga secara jelas mempertentangkan antara Islam dan Pancasila.

“Pertanyaan pilih Al Qur’an atau Pancasila jelas menghina agama sekaligus mempertentangkan Islam dan Pancasila,” cuit Fadli di akun twitternya, @fadlizon, Minggu 20 Juni 2021.

Fadli juga mengatakan pertanyaan pilih Al Qur’an atau Pancasila adalah sebuah teknik adu domba. Dia kemudian meminta pihak terkait mengusut siapa dalang yang membuat pertanyaan tersebut.

Baca: Bersama Tim PPKM Mikro, Babinsa Pantau Warga yang Laksanakan Isolasi Mandiri 

“Cara-cara ini adalah teknik adu domba. Harus segera diusut dalangnya,” pungkas dia.

BACA JUGA:  Fadli Zon: Orasi Fahri Hamzah Soal Pacasila Masih Relevan Sampai Saat Ini

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengatakan pertanyaan pilih Al-Qur’an atau Pancasila di TWK hanyalah untuk melihat respon peserta tes.

Menurut Bima, pertanyaan tersebut bukanlah soal agama atau Pancasila, melainkan hanya untuk melihat respon peserta.

Bagi peserta yang memiliki pemahaman agama atau Pancasila rendah, dengan cepat akan memilih agama. Sementara, yang pemahaman agamanya dan Pancasila cukup, akan kebingungan dengan pertanyaan tersebut.

“Jadi kebingungan inilah yang ditangkap oleh asesor sehingga mengetahui seseorang berada di level mana,” jelas Bima.

Menurut Bima, jika pertanyaan ini muncul, berarti peserta tes sudah masuk kategori berat dalam indeks moderasi bernegara (IMB-68) dan profiling.

BACA JUGA:  Nama Tokoh Komunis Muncul di Kamus Sejarah Indonesia, Fadli Zon: Ada yang Hendak Membelokkan Sejarah

“Ini sebetulnya pertanyaan berat. Kalau ada seseorang yang ditanya asesor pilih Al Quran atau Pancasila maka dia termasuk kategori berat,” kata dia. (bpc4)