OJK: Bahkan, Usaha Ultra Mikro Sekalipun Harus Dapat Keadilan dalam Akses Keuangan

Sabtu, 02 Oktober 2021 17:15
OJK: Bahkan, Usaha Ultra Mikro Sekalipun Harus Dapat Keadilan dalam Akses Keuangan
Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara (net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai keterlibatan teknologi dan inklusi dalam industri jasa keuangan (IJK) merupakan keniscayaan. Teknologi digitalisasi saat ini menjadi hal penting bagi IJK untuk memaksimalkan potensi konsumen.

Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengungkapkan, penerapan teknologi digitalisasi harus dilakukan oleh IJK untuk memanfaatkan potensi konsumen sebanyak-banyaknya. Selain itu, kehadiran teknologi digitalisasi dapat memangkas biaya menjadi lebih rendah terutama dalam hal operasional.

“Saya optimis target inklusi keuangan 90% di tahun 2024 akan tercapai. Dengan catatan inklusi keuangan harus menyasar semua pihak,” tuturnya dalam sebuah acara virtual yang diikuti Bertuahpos.com belum lama ini.

Dia juga mendorong IJK agar membuat kebijakan dalam hal mempermudah akses keuangan masyarakat menjadi lebih responsif. “Bahkan untuk usaha kecil mikro dan ultra mikro harus dapat akses keuangan,” tuturnya.

Baca: Natalius Pigai Bantah Dimanfaatkan PDIP Untuk ‘Serang’ Ganjar: Saya Tak Suka PDIP, Tapi Sangat Hormat dengan Ibu Mega & Puan

Langkah paling penting yang perlu dilakukan IJK yakni mendorong kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan jasa keuangan dengan benar melalui inklusi keuangan. “Supaya mereka paham tentang produk keuangan,” sambungnya.

Langkah kedua, setelah masyarakat mengerti, barulah mereka bisa mengakses. Kata Tirta, mengerti (paham) dan kemudahan mengakses menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan untuk mengangkat inklusi keuangan masyarakat terhadap produk dan jasa layanan di IJK.

“Kalau masyarakat tak paham, maka banyak yang membeli produk keuangan tapi tak tau risiko dan kewajibannya. Makanya kita dorong mereka paham dulu. Literasi saja belum cukup, lalu kita dorong juga literasi digital, dengan video pendek dengan aplikasi sederhana,” jelasnya.

Dia menyebut, bahwa OJK telah melihat bahwa antara inklusi keuangan dan digitalisasi IJK merupakan hal yang harus berjalan secara beriringan. 

“Bahkan OJK sendiri sudah bikin Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. Sekarang sudah ada 307 tim. Kemudian ada 273 tim lagi di kabupaten/kota. Selain untuk inklusi keuangan, tim ini juga hadir untuk melawan rentenir,” sebutnya. (bpc2)