Mengenal Sosok Azaly Djohan, Saat Pengabdian Tiada Henti

Selasa, 21 Desember 2021 17:58
Mengenal Sosok Azaly Djohan, Saat Pengabdian Tiada Henti
Tokoh Riau Azaly Djohan. (Romi/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Nama Azaly Djohan sangat tidak asing di Riau. Selain dikenal sebagai tokoh Melayu, tokoh masyarakat, dan kini orang juga mengenalnya sebagai Ketua Kwartir Daerah 04 Gerakan Pramuka Riau.

Namun, seorang Azaly Djohan lebih dari yang dikenal masyarakat. Jasanya untuk Riau lebih banyak yang tersembunyi daripada yang tercatat.

Azaly sendiri lahir pada 16 Mei 1939 di Kampung Tengah, Kabupaten Siak Sri Indrapura. Ayahnya bernama Muhammmad Djohan, dan ibunya bernama Saidatul Akmar.

Masa kecil Azaly banyak dihabiskan di Pekanbaru, meski sempat beberapa tahun di Selat Panjang. Di Pekanbaru, Azaly kecil bersekolah di Sekolah Rakyat Pekanbaru, sekitaran Pasar Bawah saat ini. Saat itu, Azaly bolak-balik ke sekolah dengan berjalan kaki sejauh satu kilometer, melewati hutan dan kebun karet yang masih banyak di Pekanbaru saat itu.

Baca: Karir Mentereng Hendri Donal, Assistant Restaurant & Banquet Manager Batiqa Hotel Pekanbaru, Kejujuran Jadi Modal Utama

Tak hanya pendidikan formal, Azaly juga menuntu ilmu agama, yang didapatnya di Surau Senapelan. Guru mengajinya bernama Haji Zahari, yang sangat tegas dan disiplin, namun bisa membuat Azaly mampu mengaji dengan lancar.

Azaly kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Pekanbaru, dan kemudian SMA 1 Bukittinggi, karena saat itu belum ada SMA di wilayah Riau. Semasa menempuh pendidikan sekolah, baik Sekolah Rakyat, SMP, atau SMA, Azaly aktif di kegiatan Pramuka.

Menempuh pendidikan sarjana, Azaly sempat masuk Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Indonesia (UI), sebelum akhirnya menyelesaikan Sarjana Hukum (SH) di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Azaly mulai mengabdi di pemerintahan Riau sejak tahun 1973, dengan menjadi Kepala Bagian Hukum Kabupaten Kampar.

Karir Azaly terus naik, hingga pada tahun 1985, Azaly diangkat menjadi Pj Bupati Kampar. Amanah ini diembannya hingga tahun 1986.

Tahun 1987, Azaly ditarik ke Provinsi Riau, dan ditempatkan sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Saat menjadi Kepala Dinas Pariwisata, Azaly banyak menbenahi situs sejarah yang ada di Riau.

Azaly membenahi sejumlah makam yang bisa dikunjungi hingga saat ini, seperti makam Marhum Pekan pendiri Kota Pekanbaru di sebelah utara Masjid Raya Pekanbaru, makam Raja Kecik yang merupakan raja pertama Kerajaan Siak, serta makam Sultan Syarif Kasim II.

Tak hanya itu, Azaly juga membangun Tugu Khatulistiwa di Lipat Kain, membenahi perpustakaan dan lampu masjid bersejarah di Pulau Penyengat, dan mendirikan Akademi Pariwisata Engku Hamidah bersama Prof Suwardi MS.

Tahun 1989 hingga 1994, Azaly terpilih menjadi Bupati Bengkalis. Dia kemudian membangun jalan akses dari kecamatan menuju ibukota. Jalan yang selesai diantaranya Bengkalis-Meskom, Selatbaru-Sikodi, Sungai Pakning-Dumai, dan jembatan penghubung Siak Kecil-Sungai Pakning.

Pada masa kepemimpian Azaly, jalan penghubung antara Sungai Pakning-Bungaraya-Siak juga dibangun dan ditingkatkan.

Selepas menjadi Bupati Bengkalis, tahun 1997, Azaly kembali ditarik ke Provinsi Riau. Kali ini, dia mengemban amanah sebagai Kesra Sekwilda Riau, dan juga Ketua Harian Urusan Haji.

Dari Azaly-lah, akhirnya jemaah Riau diberangkatkan dari Batam. Sebelumnya, jemaah Riau berangkat dari Medan, dengan perjalanan darat memakai bus. Hingga Medan, jemaah Riau sudah kelelahan, dan harus segera terbang ke tanah suci.

Melihat hal itu, Azaly mengusulkan kepada Menteri Agama saat itu, Munawir Sjadzali agar jemaah Riau berangkat dari Batam saja. Usulannya diterima, sehingga akhirnya jemaah Riau embarkasi di Batam.

Azaly juga aktif melestarikan kebudayaan Riau di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Azaly menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian di dua periode, yakni periode 2001-2006, dan 2006-2012.

Menurut Profesor Suwardi MS, salah satu sejarawan Riau, kepemimpinan Azaly di LAM Riau sangat bagus, dan berpuncak kepada diterbitkannya Perda Riau Nomor 1 Tahun 2012 Tentang LAM Riau.

“Kepemimpinan pak Azaly saat itu membuat perlindungan dan pelestarian adat budaya di Riau di LAM Riau berjalan baik,” ujar Suwardi dalam kesaksiannya kepada Bertuahpos.com.

Sebelum menghembuskan nafas pada Selasa, 21 Desember 2021 pagi, Azaly masih aktif mengabdi di Riau memperhatikan generasi muda sebagai Ketua Kwartir Daerah 04 Gerakan Pramuka Riau. Tak jarang, banyak masyarakat menemui Azaly untuk meminta nasehat, petunjuk, dan juga doa.  “Ada masyarakat datang kepada saya, meminta doa, nasehat, saya terima di sini (Kwarda Riau),” ujar Azaly mengakhiri sesi wawancara dengan bertuahpos.com saat itu. (bpc4)

Berita Terkini

Sabtu, 29 Januari 2022 09:28

Pesona Air Terjun Sarasah Murai Dalam Hutan Lembah Harau Sumbar

Sumatera Barat memang dikenal dengan potensi wisata alam. Termasuk Lembah Harau di Payakumbuh yang ada lokasi wisata Air Terjun Sarasah Murai

Sabtu, 29 Januari 2022 08:36

Viral Video Anak-anak Bahagia Main Lempar Bola Salju di Kompleks Mesjid Al Aqsa Kota Gaza

Beberapa waktu lalu viral video anak-anak bermain di Kompleks Mesjid Al Agsa di Gaza

Sabtu, 29 Januari 2022 07:18

Khawatir Muncul Stigma Buruk, PBNU Minta Kepala BNPT Buka Identitas Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris Hingga Simpatisan ISIS

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak BNPT membuka identitas 198 pondok pesantren yang diduga terafiliasi kelompok teroris

Sabtu, 29 Januari 2022 06:10

Arini Subianto Janda Terkaya di Indonesia, Ini Sumber Kekayaannya

Arini Saraswati Subianto merupakan satu di antara perempuan terkaya di Indonesia. Harta kekayaan mencapai triliunan Rupiah

Sabtu, 29 Januari 2022 04:09

A Sampai Z Dayana Kazakhstan, Selebgram Dadakan Hingga Diserang Haters dan Akun IG Mendadak Lenyap Saat Kerusuhan Berdarah

Dayana Kazakhstan tersandung masalah. Gadis cantik Kazakhstan itu diserang haters hingga berbuntut gerakan unfollow

Sabtu, 29 Januari 2022 03:32

Andika Kangen Band Kompak Bersama Anaknya, Netizen: Dia Mungkin Gagal Jadi Suami, Tetapi Tidak Gagal Sebagai Ayah

Andika Mahesa mengunggah momen kebersamaan dirinya dengan anak perempuannya, Kirana

Sabtu, 29 Januari 2022 02:07

Wacana Efisiensi Tenaga Honorer, BKD Sebuat Tergantung OPD Masing-masing

Tenaga honorer di pemerintahaan dihapuskan. Ini masih sebatas rencana. Realisasinya di tahun 2023.

Sabtu, 29 Januari 2022 01:02

Punya Budget Rp3 Jutaan, Ini Daftar HP Samsung yang Dilengkapi Fitur NFC

HP Samsung dilengkapi fitur NFC muncul di berbagai segmen. Mulai entry level hingga flagship.

Sabtu, 29 Januari 2022 00:03

HIPMI Minta Pemerintah Kendalikan Impor Baja di Tengah Industri Domestik Perbaiki Kinerja

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) minta pemerintah kendalikan laju impor baja, serta mempertegas kebijakan terkait itu.

Jumat, 28 Januari 2022 23:31

Seorang Lansia di Jepang Tembak 2 Orang Petugas Medis yang Disandera, Begini Kronologinya

Dua dari tiga orang sandera yang merupakan petugas medis tewas. Ketiganya menjadi sandera oleh seorang pria lanjut usia (lansia) di Kota Fujimino