Isu Match Fixing, Kehadiran Iwan Bule Belum Berdampak Terhadap Bersih-bersih di Tubuh PSSI

Rabu, 24 November 2021 13:06
Isu Match Fixing, Kehadiran Iwan Bule Belum Berdampak Terhadap Bersih-bersih di Tubuh PSSI
Pengamat sepak bola Indonesia Opan Lamara (Foto: Bertuahpos/Melba)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pengamat sepak bola Indonesia Opan Lamara menilai keberadaan jenderal bintang tiga Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, ternyata belum memberikan dampak sesuai harapan di tubuh PSSI. Apalagi, isu soal match fixing kembali mencuat saat pergelaran liga 1 dan liga 2 baru-baru ini.

Hal ini diuangkapkan Opan Lamara kepada Bertuahpos.com saat ditemui di Pekanbaru, Senin malam, 22 November 2021. “Saya setuju, yang sangat disayangkan adalah bahwa keberadaan Pak Iwan Bule, sebagai Ketum PSSI dengan latar belakang mantan polisi bintang tiga, ternyata tidak otomatis membuat sepak bola kita lebih bersih,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, jika flashback ke tiga atau empat tahun lalu, awal mula nama Iwan Bule muncul sebagai kandidat terkuat menjadi Ketua Umum PSSI saat itu, karena pecinta sepak bola di Tanah Air memberikan harapan besar agar PSSI bersih dari praktik-praktik kotor dalam sepak bola.

“Latar belakang beliau sudah menjadi harapan kita semua ketika itu, dengan duduknya di PSSI bisa membersihkan mafia-mafia sepak bola, itu yang pertama menurut saya,” tutur Opan.

Baca: Riau Targatkan Peremajaan Kebun Sawit 26 Ribu Hektar di Tahun 2021

Poin kedua, lanjut dia, situasi di internal sepak bola Indonesia semakin keruh. PSSI, melalui PSSI Asprov Jawa Timur melapor baik mantan runner pengaturan skor sepak bola, Bambang Suryo, atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Padahal kita tahu sebelumnya, bahwa masalah pengaturan skor di sepak bola Indonesia sudah bukan rahasia umum lagi. Salah satu indikasi yang membuat kita sangat yakin masih berjalannya praktik seperti ini, yakni ada banyak keputusan-keputusan wasit yang sangat kontroversial,” terangnya.

“Terhadap fenomena ini, tidak perlu wasit berlisensi untuk membuat keputusan-keputusan itu, anak SD dan anak SMP juga tahu. Gitu lho. Iya, kan,” tuturnya. (bpc2)

 

Berita Terkini

Sabtu, 27 November 2021 08:43

Muncul Varian Botswana, Indonesia Tutup Penerbangan dari Afrika

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi masuknya Covid-19 B.1.1529 atau varian Botswana ke Indonesia.

Sabtu, 27 November 2021 06:29

Rangnick ke MU, Klopp: Bukan Kabar Baik Bagi Tim Lain

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan kedatangan Ralf Rangnick ke Manchester United (MU) bukanlah kabar baik bagi tim-tim Inggris yang lain.

Sabtu, 27 November 2021 05:32

Menang Lawan Myanmar, Tae-Yong: Kepercayaan Diri Pemain Naik

Meski menilai masih banyak kekurangan pasca menang 4-1 melawan Myanmar pada Kamis malam, pelatih Shin Tae-yong menilai kepercayaan diri pemain timnas mulai meningkat.

Sabtu, 27 November 2021 05:00

Catatan Sejarah 27 November: Hari Lahir Abraham Samad, Ketua KPK ke-4

Selama menjabat sebagai Ketua KPK RI ke-4 2011-2015, Abraham Samad mengklaim telah memyelamatkan uang negara dengan nilai triliunan rupiah.

Jumat, 26 November 2021 20:04

Syamsuar: Jamkrida Kerjanya Jangan Monoton

BUMD dorong untuk meniingkatkan dividen

Jumat, 26 November 2021 19:18

APBD Lelet Pembangunan Seret

OPINI

Jumat, 26 November 2021 16:10

Sederet Pebisnis ‘Raksasa’ Incar Ibu Kota Negara Baru

Para pengembang menyatakan kepastian untuk melakukan investasi di Tanah Borneo.

Jumat, 26 November 2021 15:30

Erick Thohir Sebut BUMN Buka Peluang Kerjasama dengan Riau

Peluang kerjasama selalu terbuka untuk daerah.

Jumat, 26 November 2021 15:25

Temui Anggota DPR RI dan Kepala Balai Pengelola Transportasi, Wabup Meranti Minta Akses Transportasi Terkoneksi ke Provinsi

Dari 12 Kabupaten Kota di Riau, hanya Meranti yang belum selesai akses transportasi darat untuk menuju ke ibu kota Provinsi (Pekanbaru)