• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 22, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Harga Pupuk Naik 300%, Potensi Produksi TBS Turun Hingga 40%, Petani Sawit Siak: Kami Sangat Bingung!

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
12 Agustus 2022
tingginya harga pupuk sawit, pasar otomotif riau

Tandan Buah Segar atau TBS kelap sawit petani di Riau/FOTO: Melba_Bertuahpos.

Share on FacebookShare on Twitter

PEKANBARU — Katimin (45) sudah tak tahu harus mengadu ke mana. Tingginya harga pupuk saat ini membuat kebun sawitnya hanya dipupuk seadanya.

Kondisi ini membuatnya dan teman-teman petani sawit lain di Kabupaten Siak didera rasa khawatiran, sebab hasil produksi tandan buah segar atau TBS dari kebun sawit mereka akan turun drastis di tahun depan.

Hal ini disampaikan oleh petani sawit dari Kabupaten Siak ini, saat berbincang dengan Bertuahpos.com via seluler, Jumat, 12 Agustus 2022. “Teman-teman saya yang lain bahkan tak bisa memupuk kebun sawitnya,” katanya.

Jika dibandingkan dengan harga normal, pupuk sawit sudah naik hingga 300%. Katimin berkata, terakhir sebelum terjadi kenaikan signifikan, dia dan para petani lain masih membeli pupuk di harga Rp270.000-an per karungnya. Namun sekarang, harga pupuk sudah di Rp980.000-an, bahkan ada di harga Rp1.000.000 lebih.

Untuk 1 kavling kebun sawit atau luas kebun 2 hektare, setidaknya membutuhkan 10 sak pupuk KCL. Sedangkan hasil panen 1 ton TBS kelapa sawit, hanya cukup untuk beli 2 sak pupuk. “Jauh kali memang (selisihnya),” tuturnya.

“Teman-teman saya sekarang sudah banyak tidak memupuk kebun sawit mereka. Mereka sudah sangat terbebani dengan setoran bank dan kebutuhan sehari-hari. Mereka juga punya anak yang sekolah bahkan ada yang kuliah. Semua itu harus ditutupi dengan hasil jual TBS. Jadi mereka memilih untuk tidak memupuk kebun sawit. ” tuturnya.

Katimin menjelaskan, dalam mekanismenya pemupukan, hasilnya baru akan bisa dirasakan di tahun depan. Misal, dilakukan pemupukan pada Agustus 2022, maka untuk melihat hasil TBS kualitas bagus itu baru akan didapat pada Agustus 2023 mendatang.

Oleh sebab itu, kata dia, jika harga pupuk terus naik, petani memilih tidak memupuk kebun sawit mereka, maka pada tahun depan akan terjadi penurunan jumlah produksi TBS kelapa sawit hingga 40%. Hal ini berdasarkan hasil analisa yang mereka lakukan secara berkelompok.

Petani sawit riau
Katimin, petani sawit di Kabupaten Siak, Riau/FOTO: Istimewa.

Selama ini, Katimin dan kelompoknya mendapatkan pupuk dari distributor resmi dengan mengikuti mekanisme dan ketentuan aturan berlaku. Sedangkan untuk proses pemupukan, dilakukan per 2 bulan sekali.

Namun, pola dan siklus pemupukan itu kini sudah tak menentu. Selain harga pupuk yang naik hingga 3 kali lipat, ketersediaannya di pasaran juga sangat langka. Dengan demikian, pengaplikasian pemupukan kebun sawit secara benar, tak lagi bisa diterapkan di kebun mereka. Dengan kata lain, rotasi pemupukan sudah tak menentu.

BACA: Kirim Surat ke Mentan, Gubri Sebut Petani Sawit Terbebani dengan Harga Pupuk Tinggi

“Jadi, ya seadanya saja lah. Kalau ada, dipupuk, kalau tak ada, ya nggak dipupuk. Jujur, saya dan kawan-kawan petani sawit lain di Siak sangat kebingungan, bagaimana caranya menyiasatinya,” ujar Katimin.

Kontras dengan Kontribusi Sawit Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Riau

Apa yang dialami oleh petani sawit di Riau saat ini, tentu bertolak belakang dengan kontribusi sektor kelapa sawit terhadap pertumbuhan ekonomi Riau.

Jika kita lihat pada triwulan II tahun 2022, Pemprov Riau mencatat ekonomi Riau tumbuh sebesar 4,88%. Adapun sektor tertinggi ditopang oleh industri pengolahan yang didominasi oleh komoditi turunan dari kelapa sawit yang tumbuh sebesar 26,19%.

“Hal ini menandakan bahwa komoditi unggulan Riau di sektor perkebunan—kelapa sawit—menjadi penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi Riau saat ini. Dapat juga kita lihat bahwa aktivitas masyarakat di Riau sudah normal kembali,” kata Gubernur Riau Syamsuar, Rabu, 10 Agustus 2022 di Pekanbaru.

Selain ditopang dari sektor industri pengolahan—didominasi oleh turunan kelapa sawit—pertumbuhan ekonomi Riau juga didorong dari sektor pertambangan dan penggalian sebesar 24,4%.

rakor gubernur se-seumatera, vaksin booster riau, kelangkaan solar
Gubernur Riau Syamsuar.

Lalu sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Riau sebesar 24,34%. Menurut Syamsuar, diterbitkannya Pergub Nomor: 5 Tahun 2021 tentang Penetapan Harga TBS merupakan sebuah upaya untuk menjaga harga sawit masyarakat tetap stabil.

“Tugas kita menjaga bagaimana harga TBS kelapa sawit ini tidak turun lagi dengan Pergub ini, dan aturan ini mendapat dukungan dari provinsi lain di Sumatera,” tuturnya.

Syamsuar menambahkan, pihaknya juga sudah meminta kepada pusat untuk mengeluarkan regulasi terkait pemerataan hilirisasi sumber daya alam (SDA) berbasis komoditi unggulan Sumatera (sawit).

Selain itu, kata dia, juga diminta agar pusat membentuk semacam pusat informasi komoditi pertanian dalam arti luas sebagai pusat informasi pemasaran, “…yang itu khusus di Sumatera,” sebutnya.***

Tags: Berita Siakharga pupukkenaikan harga pupuknaiknya harga pupukpetani sawitproduksi sawitriau
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN
Lingkungan

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

...

Read moreDetails
Didukung BPDP APKASINDO Perkuat Mitigasi Karhutla di Perkebunan Sawit

Didukung BPDP APKASINDO Perkuat Mitigasi Karhutla di Perkebunan Sawit

Riau Kantongi Restu Kemenhut untuk Proyek Perdagangan Karbon

Riau Kantongi Restu Kemenhut untuk Proyek Perdagangan Karbon

Harga CPO Ditutup Melemah, Tertekan Lonjakan Stok dan Pasar Minyak Nabati

Harga CPO Ditutup Melemah, Tertekan Lonjakan Stok dan Pasar Minyak Nabati

Petani Sawit Tuntut Reforma Agraria, Perlindungan Lahan, dan Hilirisasi

Petani Sawit Tuntut Reforma Agraria, Perlindungan Lahan, dan Hilirisasi

Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

Next Post
aktivitas pantun

Ditetapkan WBTB, Kemendikbud Ristek Sebut Aktivitas Pantun Menurun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.