Firdaus Sebut Makam Covid-19 di Muara Fajar Masih Cukup Jika Kasus Kematian Naik

Senin, 12 Juli 2021 19:35
Firdaus Sebut Makam Covid-19 di Muara Fajar Masih Cukup Jika Kasus Kematian Naik
Suasana di makam Covid-19 Pekanbaru. (Melba/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARUWalikota Pekanbaru Firdaus mengatakan ketersediaan lahan di area pemakaman Covid-19 di Muara Fajar masih tertampung, jika memang terjadi lonjakan angka kasus kematian akibat corona.

Firdaus mengklaim bahwa area pemakaman itu masih sangat luas. Namun dia juga tidak mempersoalkan jika Pemprov Riau menyediakan lahan baru untuk area pemakaman Covid-19, sebagai langkah antisipasi.

Hal ini diungkapkan Firdaus usai menghadiri rapat evaluasi monitoring PPKM Mikro dan persiapan PPKM Darurat di Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin, 12 Juli 2021 di Pekanbaru.

“Area pemakaman di Muara Fajar masih cukup. Bahkan, kalau terjadi lonjakan angka kematian juga masih cukup,” ujarnya.

Baca: Menjual Bensin Eceran Terancam Hukum, Ini Kata Pengecer

BACA JUGA:  Walikota Pekanbaru: TPA Muara Fajar akan Dikelola UPT Khusus

Firdaus menuturkan, secara keseluruhan luas area pemakaman Covid-19 di Muara Fajar itu yakni 12 hektare. Sedangkan yang terpakai saat ini belum setengahnya. “Jadi kalau terjadi lonjakan masih bisa menampung. Tapi Na’uzubillah, itu jangan sampai terjadi,” tuturnya.

Diberitakan Bertuahpos.com sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, Pemprov Riau sudah mempersiapkan lahan seluas 1,5 hektare untuk penambahan area pemakaman Covid-19. Persiapan lahan ini ditegaskan Syamsuar hanya untuk antisipasi jika angka kasus kematian di Riau akibat corona, kembali melonjak.

“Jadi selain soal oksigen, ketersediaan tempat tidur, ruang isolasi dan obat – obatan, kami juga sudah mempersiapkan 1,5 hektare lahan untuk tambahan area pemakaman Covid-19. Namun ini hanya untuk antisipasi jika area pemakaman Covid-19 Muara Fajar penuh,” kata Syamsuar di Pekanbaru, Senin, 12 Juli 2021.

BACA JUGA:  Tempat Hiburan Tutup, Realisasi PAD Pekanbaru Ditopang PBB Hingga Rp284 M

Syamsuar mengatakan bahwa lahan seluar 1,5 hektar itu merupakan wakaf dari warga yang sengaja diserahkan ke Pemprov Riau agar dikelola untuk keperluan penanganan wabah corona. Lokasi lahannya terdapat di Pasir Putih, Kampar.

“Sudah ada warga yang mewakafkan tanahnya ke saya. Saya juga sudah sampaikan ke Pak Walikota, kalau memang area pemakaman corona di Muara Fajar itu sudah penuh, maka bisa dimanfaatkan lahan ini untuk area pemakaman,” tuturnya.

Syamsuar berharap angka kematian akibat corona di Riau tidak terjadi. Meski demikian, dia menegaskan, bahwa pemerintah harus mampu bersiap terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi. “Segala sesuatu mungkin akan terjadi. Yang terpenting adalah kita sudah mempersiapkan semuanya,” tambah Syamsuar. (bpc2)