Catatan Sejarah 17 Juli: Gempa dan Tsunami Pangandaran 2006, Renggut 668 Jiwa

Sabtu, 17 Juli 2021 05:00
Catatan Sejarah 17 Juli: Gempa dan Tsunami Pangandaran 2006, Renggut 668 Jiwa

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – 17 Juli 2006, pukul 15.19 WIB, gempa 6,8 Skala Richter (SR) mengguncang lepas pantai Pulau Jawa. Gempa ini terjadi di 225 kilometer di barat daya Kabupaten Pangandaran.

Guncangan gempa ini dirasakan di pesisir Jawa Barat dan Jawa Tengah, bahkan hingga ke Jawa Timur. Di Jakarta, guncangan dirasakan selama satu menit, dan membuat gedung-gedung tinggi bergoyang.

Menurut warga, 15-20 menit setelah gempa, tsunami setinggi lima meter datang menerjang daratan sejauh 500 meter. Tsunami ini diawali dengan penyurutan air laut sebanyak dua hingga tiga kali.

Akibat gempa dan tsunami ini, BMKG mencatat korban meninggal dunia mencapai 665 orang. 9.275 luka-luka, dan 65 lainnya hilang. Ribuan rumah dan perahu melayan dilaporkan hancur.

BACA JUGA:  Catatan Sejarah 23 Desember: Takut Tsunami Susulan, Warga Banten Mengungsi ke Bukit

Baca: Memegang Kepala Orang Lain, Sudah Tabu Sejak Zaman Majapahit

Sebagian besar kerusakan dan korban jiwa disebabkan oleh terjangan tsunami, yang diperkirakan mempunyai kecepatan 40 kilometer per jam. (bpc4)