• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Inilah 2 Zona Merah yang Masuk dalam Potensi Gempa Megathrust di Indonesia, Apakah Kekuatannya Sama seperti di Jepang 7,1 SR?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
21 September 2024
Inilah 2 Zona Merah yang Masuk dalam Potensi Gempa Megathrust di Indonesia, Apakah Kekuatannya Sama seperti di Jepang 7,1 SR?

Dampak gempa 7,1 SR di Jepang.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — BMKG, sebagai pihak berwenang, telah menetapkan ada dua zona merah yang masuk dalam potensi Gempa Megathrust di Indonesia. Seberapa besar kekuatannya? Apakah melebihi gempa berkekuatan 7,1 skala richter (SR) di Jepang belum lama ini?

Isu gempa megathrust kembali menjadi perhatian publik di Indonesia. Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat mengingat potensi Gempa Megathrust di Indonesia, khususnya di dua zona utama; Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.

“Kedua zona ini sudah lama tak terjadi gempa (seismic gap),” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono. Artinya potensi terjadinya gempa dalam skala besar semakin mungkin. “Gempa dari dua zona megathrust itu tinggal menunggu waktu,” tambahnya.

Megathrust, merupakan fenomena yang memiliki siklus tersendiri, biasanya dalam rentang waktu ratusan tahun. Namun, BMKG sendiri belum bisa memprediksi dengan tepat kapan gempa besar tersebut akan terjadi.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan pentingnya persiapan dan mitigasi bencana untuk menghadapi potensi gempa besar ini.

“Isu Gempa Megathrust bukanlah hal baru. Namun, BMKG terus mengingatkan agar masyarakat dan pemerintah segera melakukan mitigasi, bukan sekadar membicarakannya,” ujar Dwikorita dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 21 September 2024.

BMKG telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap ancaman megathrust. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memasang sensor-sensor sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS) yang diarahkan langsung ke zona-zona megathrust. 

“InaTEWS dipasang khusus untuk memantau potensi gempa megathrust dan memitigasi dampaknya,” jelas Dwikorita.

Selain itu, BMKG juga fokus pada edukasi masyarakat, baik lokal maupun internasional. Dwikorita menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan infrastruktur mitigasi, seperti jalur evakuasi, sistem peringatan dini, hingga shelter tsunami.

Sebagai bagian dari komunitas Indian Ocean Tsunami Information Center, yang berpusat di kompleks BMKG, lembaga ini juga turut berkontribusi dalam mengedukasi 25 negara di wilayah Samudra Hindia terkait kesiapsiagaan menghadapi gempa dan tsunami.

BMKG secara berkala melakukan pengecekan terhadap sistem peringatan dini yang dihibahkan kepada pemerintah daerah.

Dwikorita mengungkapkan bahwa meskipun sirine peringatan tsunami merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, BMKG tetap melakukan uji coba rutin setiap tanggal 26. Namun, ia juga menyoroti bahwa masih ada sirine yang tidak berfungsi dengan baik.

“Kami melakukan uji sirine setiap bulan, kebanyakan berfungsi dengan baik, namun ada juga yang macet,” ujar Dwikorita.

Selain itu, penyebaran informasi peringatan dini bencana juga menjadi perhatian. BMKG bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang cepat dan tepat terkait potensi bencana.

Dengan langkah-langkah tersebut, BMKG berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi gempa megathrust dan mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang.***

Tags: BMKGGempaMegathrust
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di Provinsi Jawa Tengah Terjadi Pada Bulan Ini
Regional

BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di Provinsi Jawa Tengah Terjadi Pada Bulan Ini

...

Read moreDetails
Kabut asap Kemenkes Sebut Belum Ada Kasus ISPA Berat di Kalimantan

Ini Kata Ahli soal Asap Karhutla Kamilantan Selimuti Ibu Kota Jakarta

Bandara SSK II Pekanbaru Lakukan Uji Kekuatan Tanah Runway, Jam Operasional Dibatasi

Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Normal

150 Hotspot Muncul di Riau, Kualitas Udara di Pekanbaru Masih Tidak Sehat

150 Hotspot Muncul di Riau, Kualitas Udara di Pekanbaru Masih Tidak Sehat

Menhub: Bandara Dibuka Kembali Setelah Keselamatan Penerbangan Dipastikan

Menhub: Bandara Dibuka Kembali Setelah Keselamatan Penerbangan Dipastikan

Kata Mensesneg soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT: Belum Dibuka

Kata Mensesneg soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT: Belum Dibuka

Next Post

Diwakili Asisten II, MTQ Ke 22 Resmi Ditutup, Inuman Juara Umum

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.