Aturan Makan 20 Menit Dikritik, Tito: Negara Lain Sudah Lama Lakukan

Selasa, 27 Juli 2021 10:50
Aturan Makan 20 Menit Dikritik, Tito: Negara Lain Sudah Lama Lakukan

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan aturan makan 20 menit dalam PPKM level 4 sudah lama dilakukan negara lain.

Menurut Tito, aturan makan 20 menit kedengarannya lucu, namun di luar negeri diterapkan.

“Mungkin kedengarannya lucu, tapi di luar negeri, beberapa negara lain sudah lama dilakukan itu,” kata Tito, dikutip dari detikcom, Selasa 27 Juli 2021.

Menurut Tito, aturan makan 20 menit adalah untuk mencegah terjadinya penularan. Menurut dia jika banyak bicara dan tertawa, malah akan rawan penularan.

Baca: Syekh Ali Jaber Ditusuk, PKS: Pastikan Penyelidikannya Terbuka dan Tuntas

“Jadi makan tanpa banyak bicara, dan kemudian 20 menit cukup, setelah itu berikan giliran pada anggota masyarakat lain. Ini para pelaku usaha tolong bisa memahami itu,” lanjutnya.

Sebelumnya, Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) mengkritik aturan PPKM level 4 yang membatasi waktu makan 20 menit.

Ketua Kowantara, Mukroni mengatakan aturan ini tak bisa disamaratakan, terutama kepada anak-anak dan orang tua. Dia juga mengatakan makan tak boleh terburu-buru.

“Yang makan di warteg kan tidak hanya ada anak kecil dan anak muda, tapi ada orang tua juga. Orang tua kan makannya pelan-pelan. Kalau disuruh buru-buru bisa tersedak,” kata Mukroni.

Ditambahkan Mukroni, ada juga pedagang kuliner yang butuh waktu untuk menghidangkan makanan mereka. Dia mencontohkan warung pecel lele atau ayam bakar.

Menurut dia, para pedagang pecel lele tidak bisa buru-buru menyajikan hidangan mereka.

“Pedagang kan ada yang jual ayam bakar, lele, dan lainnya. Ini butuh waktu (persiapan), bisa saja kalau diburu-buru, malah kesiram minyak,” tambah dia.

Mukroni juga mengkritik aturan warteg dan pedagang makanan yang hanya boleh berjualan hingga pukul 20.00 WIB. Menurut dia, tak semua pedagang mampu memenuhinya. (bpc4)