• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Soal PMK 235, Itu Hukuman Bagi Riau

Tim Redaksi by Tim Redaksi
22 Maret 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Rasa keberatan pemerintah daerah tentang Peraturan Menteri Keuangan (PMK), sepertinya sudah tidak bisa dibicarakan lagi. Upaya pemerintah meminta toleransi agar peraturan yang diperlakukan ditahun 2016 itu tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Menurut Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Pewakilan Riau, Ismet Inono, diberlakukannya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) ke dalam surat berharga nasional, tidak lain karena kesalahan pemerintah daerah sendiri. “Menurut saya itu hukuman bagi Riau,” katanya, Selasa (22/03/2016).

Dia menambahkan, dikonversikannya DAU dan DBH ke surat berharga negara akibat ketidakdisiplinan Pemerintah Daerah dalam mengelola anggaran.

( baca:Kebijakan PMK Tentang SBN, Pasar Obligasi Jadi Menarik)

Terutama melihat pengalaman realisasi anggaran Riau tahun 2015. Penyerahan dan pencairannya di bawah target nasional. Riau masuk dalam 5 daerah di Indonesia dengan realisasi anggaran yang sangat rendah.

Ismet menambahkan, secara umum dia juga meyakini bahwa realisasi anggaran Riau yang rendah ada beberapa faktor penyebab.

Namun demikian Pemerintah Pusat tidak bisa menjeneralisasi alasan itu untuk diberlakukan ke daerah lain. Sebab buktinya daerah lain di Indonesia tetap bisa melakukan realisasi anggaran.

“Kami juga yakin, lambatnya realisasi itu memang ada penyebabnya, salah satunya mungkin karena asap. Tapi itu tetap tidak bisa dijadikan alasan,” sambungnya.

Menurut Ismet, sistem konversi anggaran daerah sesuai PMK 235 tahun 2015 itu bertujuan supaya daya serap anggaran Pemerintah Riau tinggi.

( Baca Juga:Soal SBN, Keuangan Riau Akan Miris)


Diberlakukannya peraturan tersebut adalah salah satu bentuk sanksi yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah Riau. Supaya realisasi anggaran daerah bisa berjalan tertib.

Intinya, kata Ismet apa yang perlukan oleh masyarakat lewat anggaran pendapatan belanja daerah atau APBD harus segera direalisasikan untuk kepentingan masyarakat.

Sementara itu, khusus untuk pemerintah daerah diharapkan segera memilih bank sebagai sarana untuk menggelontorkan surat berharga itu. Setelah surat berharga negara tersebut masuk ke perbankan, agar bisa dicairkan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

“Saya rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, surat itukan masih bisa diuangkan. Semuanya sudah dihitung dan direncanakan oleh Pemerintah Pusat,” sambungnya.

Dari surat berharga negara itu, tetap bisa dihitung bagaimana dan berapa anggaran tersebut. Khusus di BI memang tidak dikenakan ke dalam kasus pencairan  SBN ini.

“Kami minta pemerintah juga harus persiapkan dari sekarang, perbankan mana yang akan dipakai. Saya yakin dengan kebijakan ini kita bisa lihat efeknya, daerah akan berlomba untuk mengejar realisasi anggaran,” kata Ismet.

Bahkan dipresiksi pada April nanti sudah bisa terlihat bagaimana realisasi anggaran pemerintah itu bisa berjalan. Menurut dia, semakin cepat bisa dilakukan realisasi maka semakin sedikit surat berharga yang akan diajukan. “Tapi tetap, melakukan realisasi harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” sambungnya.

Penulis: Melba

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

6 Pilihan Sepatu Kerja Pria Eiger, Mulai Dari Formal hingga Kasual
Lifestyle

6 Pilihan Sepatu Kerja Pria Eiger, Mulai Dari Formal hingga Kasual

...

Read moreDetails
Film Gak Masuk Akal Hadirkan Luna Maya hingga Anya Geraldine

Film Gak Masuk Akal Hadirkan Luna Maya hingga Anya Geraldine

Spesifikasi Honda CRF250 Rally, Motor sport Adventure Harganya

Spesifikasi Honda CRF250 Rally, Motor sport Adventure Harganya

Perbedaan Honda City dan Toyota Vios dari Mesin hingga Interior

Perbedaan Honda City dan Toyota Vios dari Mesin hingga Interior

Rekomendasi 5 Mobil Sedan Harga di Bawah Rp100 Juta Bagi Para Pecinta Sedan

Rekomendasi 5 Mobil Sedan Harga di Bawah Rp200 Juta Bagi Para Pecinta Sedan

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

Next Post

Ini Dugaan Korupsi yang Ada di Meranti

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.