• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kabinet Jumbo Prabowo Bikin Boncos Anggaran, Belum Lagi untuk Bikin Fasilitas Kantor Baru

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 Oktober 2024
Kabinet Jumbo Prabowo Bikin Boncos Anggaran, Belum Lagi untuk Bikin Fasilitas Kantor Baru

Ilustrasi

139
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Lembaga studi Center of Economic and Law Studies (Celios) mengungkapkan bahwa penambahan jumlah menteri dan wakil menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran hingga Rp1,95 triliun.

Analisis tersebut disampaikan dalam riset terbaru Celios pada Kamis, 17 Oktober 2024, yang menyebutkan bahwa potensi pembengkakan anggaran ini terjadi akibat komposisi kabinet yang lebih besar, belum termasuk pengeluaran untuk pembangunan fasilitas kantor baru.

“Analisis kami menunjukkan adanya potensi pembengkakan anggaran hingga Rp1,95 triliun selama lima tahun ke depan akibat koalisi gemuk,” tulis Celios dalam risetnya.

Selain masalah anggaran, Peneliti Celios, Achmad Hanif Imaduddin, juga menilai bahwa penambahan nomenklatur dan jumlah pejabat negara dapat memperlebar angka ketimpangan sosial.

Dia menjelaskan bahwa para pejabat negara berpotensi mendapatkan keuntungan ganda dari jabatan yang mereka pegang.

“Meskipun gaji menteri relatif kecil dibandingkan jabatan lainnya, posisi ini dapat memberikan keuntungan ekonomi yang besar, misalnya melalui kenaikan nilai saham perusahaan yang dimiliki oleh menteri, yang dipengaruhi oleh akses kekuasaan,” ungkap Achmad.

Celios juga menyoroti argumen Prabowo yang menyatakan bahwa sebagai negara besar, Indonesia memerlukan banyak menteri untuk mengelola pemerintahan secara efektif. Namun, menurut Celios, perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan hal yang berbeda.

Amerika Serikat, dengan populasi sekitar 346 juta jiwa, hanya memiliki 15 departemen setingkat kementerian. Sementara China, negara dengan populasi terbesar di dunia, hanya memiliki 21 kementerian. Di sisi lain, Indonesia dengan populasi sekitar 275 juta jiwa memiliki 46 kementerian.

“Jumlah kementerian di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan negara-negara tersebut, dan ini justru berpotensi memperbesar birokrasi serta meningkatkan pemborosan anggaran negara,” jelas Celios.

Saat ini, komposisi kabinet Prabowo-Gibran sudah terdiri dari 108 orang, dan jumlah ini masih berpotensi bertambah dengan masuknya partai seperti NasDem atau PDI Perjuangan, tergantung hasil pertemuan antara Prabowo dan Megawati.

Kabinet ini akan dilantik pada 21 Oktober 2024, sehari setelah pelantikan Prabowo sebagai presiden. Prabowo dikabarkan akan membentuk 46 kementerian setelah Undang-Undang Kementerian Negara direvisi, yang menghapus batasan jumlah kementerian dari 34 menjadi 46.***

(Bloomberg Technoz)

Tags: nasionalPrabowo
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
Yahya Sinwar Hamas

Siapa Yahya Sinwar—Pimpinan Hamas yang Dibunuh Israel? Ini Profilnya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.