Sinabung Hanya Mengancam Satu Desa Saja

Jumat, 20 September 2013 22:27
Sinabung Hanya Mengancam Satu Desa Saja
BERTUAHPOS.COM, KABANJAHE – Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Surono menegaskan Gunung Api Sinabung hanya mengancam satu desa saja. Surono mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana pada Badan Geologi, mengatakan, tidak perlu warga dari desa berjarak di luar radius tiga kilometer dari Sinabung mengungsi.
Berdasarkan pengalaman Surono akrab disapa Mbah Rono, pada 2010, ketika Gunung Api Sinabung bangun dari “tidur” panjang. Letusan Sinabung hanya mengancam Desa Sukameriah di Kecamatan Payung. “Rekomendasi kami hanya satu, Desa Sukameriah, tok,” staf ahli yang akrab disapa Mbah Rono itu menegaskan.
Desa Sukameriah, Mbah Rono melanjutkan, harus direlokasi. “Sukameriah, saya teken (2010) untuk direlokasi,” kata Mbah Rono. Alasannya, keberadaan Sukameriah yang berada dalam radius tiga kilometer, berada pada bukaan kawah. “Bukaan kawah mengarah pada Sukameriah. Saya meminta, pasca Sinabung meletus pada 2010, untuk direlokasi, bukan hanya (warga) diungsikan,” ujar Mbah Rono kepada wartawan di posko utama pengungsian, Kabanjaher, Jumat sore, 20 September 2013.
Komandan Komando Resor Militer Sibolga, Kolonel (Inf) Andika Perkasa sebagai supervisi penanganan bencana dan pengungsi, menegaskan, dari 18 desa yang diminta tetap bertahan mengungsi kini kembali menyusut menjadi lima desa. “Ini dikuatkan dengan penilaian ahlinya, Pak Surono,” kata Andika, usai melakukan pertemuan dengan wakil dari pos pengungsian. Pertemuan itu diawali dengan penjelasan Surono tentang aktivitas Sinabung, dinilai telah menurun.
Namun, Andika melanjutkan, bagi warga di luar lima desa, tetap bertahan di pengungsian disilakan. “Selama status Gunung Api Sinabung masih siaga,� kata Andika. Warga, kata dia, tidak bisa dipaksa untuk kembali ke desa mereka. �Kami menunggu mereka secara suka rela kembali pulang,” Andika menjelaskan.
Sedangkan untuk lima desa yang berada dalam di radius tiga kilometer, Andika menegaskan, warga diminta tetap di pengungsian selam status siaga diberlakukan. Ke lima desa yang berada di radius tiga kilometer itu, Desa Simacem, Bekerah, Segarang-garang, Desa Kuta Gugung berada di Kecamatan Naman Teran, dan Desa Sukameriah Kecamatan Payung.Â
Informasi yang diperoleh Tempo di center media posko penanggulangan bencana dan pengungsi, jumlah pengungsi hingga kini masih mencapai belasan ribu jiwa. Surono menegaskan, bahwa warga yang berada di luar radius tiga kilometer tidak perlu khawatir.
(tempo.co)