Percaya Nggak, 60 Persen Wilayah Pekanbaru Belum Terbangun

Sabtu, 30 Agustus 2014 17:17
Percaya Nggak, 60 Persen Wilayah Pekanbaru Belum Terbangun

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Dari tahun ke tahun, Pekanbaru berpacu meningkatkan pembangunan untuk mewujudkan kota yang terdepan di Pulau Sumatera. Namun pengamat masih menilai Pekanbaru di bawah kepemimpinan Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT belum maksimal.

Hal tersebut disampaikan Pengamat Perkotaan, Ir Mardianto Manan MT kepada bertuahpos.com, Sabtu (30/08/2014). “Sebanyak 60 persen Kota Pekanbaru belum terbangun, masih terpusat di sekitar Jalan Sudirman,” ujarnya.

Advertisement

Pekanbaru saat ini, memiliki luas wilayah 625 kilometer persegi, atau hampir sama dengan luas Provinsi DKI Jakarta. Dengan jumlah penduduk saat ini 1 juta jiwa. Tingkat pertumbuhan penduduk 4,47 persen, dimana 2,3 persen disumbangkan pendatang atau arus urban dari berbagai daerah di nusantara.

Setidaknya Pekanbaru terdiri dari 12 Kecamatan. Antara lain Kecamatan Bukit Raya, Lima Puluh, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Pekanbaru Kota, Rumbai, Rumbai, Sail, Senapelan, Sukajadi, Tampan, dan Tenayan Raya.

Baca: Sampah, Pengganti Bunga di Tepi Jalan


“Kecamatan-kecamatan yang ada itu bagian dari Pekanbaru lho, di sana juga harus dibangun,” sebutnya Sabtu (30/08/2014).

Masih kata Dosen Universitas Islam Riau jurusan perencanaan wilayah dan kota Universitas Islam Riau (UIR) ini, ditambah lagi ada wacana Pemerintah Provinsi Riau yang disetujui Pemko untuk memindahkan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma ke Kecamatan Rumbai.

Â
“Masyarakat di sana bisa protes lagi, mereka di sana ingin pembangunan, mengapa malah dikirim kuburan,” sebutnya.

Untuk itu dirinya menyarankan agar Walikota Pekanbaru mematangkan perencanaan yang adil. “Mengapa kita sibuk membangun di tempat yang sudah banyak pembangunan seperti Jalan Sudirman. Biarkan pusat kota saat ini berkembang sebagai kota lama. Kalau mau membangun di tempat lain, mesti arif dan bijaksana, untuk menjadikan kota Pekanbaru kota yang berkarakter,” sarannya. (riki)

Â