Pengamat: Tidak Ada Lagi Gubernur Kuantan, Kampar dan Lainnya

Minggu, 03 Desember 2017 12:27
Pengamat: Tidak Ada Lagi Gubernur Kuantan, Kampar dan Lainnya

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Seorang pengamat perkotaan, Mardianto Manan, berharap ke depannya tidak ada lagi gubernur yang membawa-bawa daerah asalnya dalam membangun pembangunan di Provinsi Riau.

Saat diwawancarai bertuahpos.com, Minggu (3/12/2017), pria asli Kuantan Singingi ini mengatakan, saat ini banyak gubernur yang lebih memilih mendahulukan daerah asalnya ketika terpilih menjadi gubernur.

Advertisement

“Seperti yang telah banyak terpraktikkan di sebagian besar kepala daerah di saat ini dan masa lalu. Dimana ketika sang pemimpin terpilih berasal dari kampung tertentu, maka yang akan diintensifkan pembagunannya lebih terfokus kepada kampung asal beliau sendiri,” ujar Mardianto.

Parahnya lagi, Mardianto menilai membawa-bawa daerah asal dalam kepemimpinan, juga turun hingga kepemilihan kepala dinas bahkan hingga ke camat.

BACA JUGA:  Kondisi Stadion Sepak Bola di Kuansing Rusak Parah, Begini Penampakannya

Baca: Sektor Kesehatan di Riau Alami Inflasi Karena Kabut Asap

“Jeleknya lagi tidak hanya itu, tetapi menjalar pula pada wilayah siapa yang akan mengisi kekuasaan pada level di bawah sang pemimpin tersebut. Baik kepala dinas, termasuk kepala bagian, sub bagian, bahkan sampai ke camat. Anehnya, saking memaksakan kehendak satu kampungannya, seorang kepala dinas dipilih yang sama kampungnya dengan gubernurnya,” ujar.

Mardianto mencontohkan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), justru kepala dinas yang diangkat oleh gubernur bukanlah seorang tamatan teknik.

“Contoh dia tamatan dari S3 (Seorang Sarjana Sosial), maka berlimparaklah jembatan dan jalan yang hancur, karena sang kadis tak paham dengan dunia konstruksi,” tuturnya.

BACA JUGA:  Inilah Tokoh-tokoh yang Sudah Nyatakan Maju Pilbup Kuansing 2020

Dalam harapannya, Mardianto berharap gunernur ke depannya menjadi pemimpin yang menyeluruh seprovinsi Riau.

“Marilah ke depan kita tidak lagi mengkotak kotakkan wilayah kekuasaan kepada wilayah yang sempit, bukankah kita menghendaki otonomi luas? Kenapa pula kita menjadikan otonomi yang sempit? Jadilah Gubernur Riau yang sebenarnya. Jangan lagi terdengar istilah Gubernur Kuantan, Gubernur Kampar ataupun Gubernur Indragiri dan lainnya,” tutup Mardianto. (bpc9)

Berita Terkini

Kamis, 25 Februari 2021 21:31

Riau Minta Iven Kepariwisataan di Daerah Disesuaikan dengan APBD

Daerah diminta mampu meminimalisir penggunaan APBD.

Kamis, 25 Februari 2021 20:31

Panduan Mudah Lapor SPT Online, Link-nya Juga Ada di Sini

WP juga wajib memiliki e-FIN yang diterbitkan oleh DJP.

Kamis, 25 Februari 2021 19:31

Rencana Jadwal Penerimaan CPNS 2021

Ini masih rencana jadwal penerimaan CPNS 2021.

Kamis, 25 Februari 2021 17:36

Pengamat: Abu Janda Harus Tetap Diproses

Abu Janda harus tetap diproses atas dasar keadilan.

Kamis, 25 Februari 2021 16:32

Lama Tak Muncul, Ngabalin Sentil SBY ‘Urusan Ecek-ecek Jangan Seret Jokowi’

“Waktu, pikiran, dan tenaga Pak Jokowi sekarang itu dipakai untuk mengurus rakyat dalam masa pandemi.”

Kamis, 25 Februari 2021 15:45

Apa Kabar Rencana Riau Mau Pinjam Duit untuk Bangun Infrastruktur?

Sampai sekarang rencana itu masih menjadi opsi.

Kamis, 25 Februari 2021 15:30

Ibu-Ibu, Ada Senam Rutin BersAma FIT Sport & Rehabilitation Centre, Ini Lokasi dan Jadwalnya Ya

Menjaga kebugaran tubuh penting di tengah Covid-19.

Kamis, 25 Februari 2021 15:12

Kembangkan Korupsi Kasbon Rp114 M, Giliran Sekdakab Inhu Diperiksa

Penyidikan dugaan korupsi Kasbon Rp114 miliar terpidana Thamsir Rachman terus dikembangkan.

Kamis, 25 Februari 2021 15:01

Bicara Keadilan, SBY Singgung Fotonya Bersama Ani yang Dirusak di Pekanbaru

“Foto saya dan foto almarhumah ibu Ani direbahkan, dirobek-robek dan dibuang ke selokan-selokan”