Masyarakat Pengungsi Banjir Mulai Kembali Kerumah

Selasa, 09 Februari 2016 18:13

BERTUAHPOS.COM, LIMAPULUH KOTA – Pasca air surut Selsa (9/02/2016) pagi, ribuan warga Nagari Pangkalan dan Gunuang Malintang di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Propinsi Sumatera Barat, yang mengungsi saat banjir melanda Minggu-Senin (7-8/02/2016), mulai kembali kerumah masing-masing.

Namun, banjir menyisakan lumpur, pasir dan bebatuan setinggi 10 centi meter di dalam rumah masyarakat. Kontan saja, kelelahan dipengungsian menambah beban baru bagi ribuan masyarakat Pangkalan, karena harus mengyingkirkan lumpur dari dalam rumah masing-masing.

“Memang masyarakat sudah kembali kerumah masing-masing. Karena air sudah benar-benar surut, tetapi masyarakat harus membersihkan sisa pasca banjir berupa lumpur dan pasir serta bebatuan dalam rumah masing-masing,” sebut Camat Pangkalan Andri Yasmen, ketika berkeliling kebeberapa nagari terdampak banjir di Kecamatan Pangkalan Selasa (9/02/2016).

Memang kondisi aktivitas masyarakat di Nagari Pangkalan dan Gunuang Malintang, betul-betul lumpuh akibat masyarakat disibukkan dengan membersihkan sisa banjir. Tidak terkecuali siswa di 4 SD di Nagari Pangkalan, 1 MTS Muhammadayiah, serta 1 SMP Negeri 3 Pangkalan di Nagari Gunuang Malintang harus diliburkan.

Baca: APBD Murni Riau 2020 akan Dibahas Dua Periode Dewan

Sedangkan siswa SMA dan SMK Pangkalan tidak libur, namun siswa/i itu tampak sibuk membersihkan sisa-sisa luapan banjir dimasing-masing sekolah. “Kalau siswa SD libur, SMP juga libur, tetapi siswa SMA dan SMK Pangkalan tidak libur, tetap sekolah tetapi terlihat mereka beraktivitas membersihkan sisa banjir,” jelas Camat Pangkalan.
Salah seorang warga Pangkalan Cuk, menyebut sisa banjir telah menimbulkan pekerjaan baru bagi masyarakat. Bila tidak dibersihkan, tentu  saja akan memberikan dambak negatif bagi kesehatan warga.

“Kita harus bersihkan rumah dulu, karena sudah hampir dua hari terendam air. Banyak lumpur yang harus dikeluarkan dari rumah jika tidak nanti akan mengeras dan tambah sulit membersihkannya,” jelas warga.

Tidak saja itu, tetapi warga Pangkalan juga mulai khawatir dengan ancaman kesehatan akibat berbagai penyakit yang ditimbulkan sebab banjir. Mulai dari penyakit diare, munta ber, hingga gatal-gatal.
“Ya, kami tentu khawatir dengan berbagai penyakit yang akan menyerang. Saat ini gatal-gatal sudah mulai dirasakan masyarakat,” jelas warga Pangkalan berharap bantuan obat-obatan dan tenaga medis. (khatik)