DPRD Riau DiMinta Usut Sengketa Lahan PT SSL Rohul

Selasa, 10 Juni 2014 13:24

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU- Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru lakukan aksi demo di depan gedung DPRD Provinsi RIau. Dalam tuntutannya massa meminta wakil
rakyat segera tuntaskan persoalan yang telah lama habis masa izinnya.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum HMI Pekanbaru, Ahmad Efendi Siregar, kepada bertuahpos.com. “Kita meminta para anggota dewan terutama komisi A untuk segera menurunkan tim investigasi ke daerah Rokan Hulu (Rohul) untuk mengusir PT. SSL dan mengembalikan lahan tersebut kepada masyarakat,” ujarnya Selasa, (10/06/2014).

Sebut Ahmad persoalan ini bermula saat  PT SSL dilaporkan telah menyerobot tanah rakyat yang berada di Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu. Kendati HGUnya sudah berakhir pada 2004.

Padahal hasil keputusan Menteri Kehutanan, Keputusan Gubernur serta hasil mediasi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk meninggalkan lahan tersebut dan memberikannnya kepada masyarakat yang berhak menerima lahan tersebut secara adat dan undang-undang.

Baca: Penyaluran Formulir PPK Mencurigakan! Penjelasan KPU Siak dan Camat Berbeda


Kabarnya ada interfensi oknum kepolisian setempat menakuti masyarakat agar tak mengambil lahan tersebut.

Dalam tuntutan pihaknya juga meminta kepada Polda Riau untuk menertibkan oknum-oknum kepolisian yang disinyalir turut serta kasus tersebut.

Dalam pernyataan sikap yang diberikan disebutkan bila dalam tempo 3 hari tuntutan ini tidak dilaksanakan dan mendapatkan tanggapan secara serius maka massa akan turun kembali dengan jumlah yang lebih besar.


“Semoga Allah selalu meridhoi perjuangan suci kita serta mengutuk orang-orang yang zalim kepada kaum tertindas,” tulisnya.

Di dalam gedung DPRD Riau tengah berlangsung paripurna penyampaian pertanggungjawaban APBD 2013 Provinsi Riau yang juga dihadiri langsung Gubernur Riau, Annas Mamun. Jelang sekitar jam 11.00 siang puluhan massa di minta masuk oleh jajaran anggota Dewan untuk hearing terkait persoalan PT SSL tersebut. (Riki)