Bulog Hentikan Operasi Pasar di Riau, Ini Alasannya

Senin, 22 Februari 2016 15:10

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Badan Urusan Logistik (Bulog) divre Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) tidak lagi melakukan Operasi Pasar (OP) sementara waktu. Padahal sejak akhir Januari 2016, perusahaan milik negara ini getol melaksanakan OP guna menstabilkan harga beras yang naik.

Pernyataan ini disampaikan Humas Bulog Divre Riau dan Kepri, Hendra Gunafi kepada kru bertuahpos.com. “Sementara ini kita hentikan operasi pasar di Riau, khususnya Pekanbaru,” sebutnya di ruang kerja, Senin (22/02/2016).

Hendra beralasan pihak Bulog menghentikan OP sementara waktu sebab raskin atau beras sejahtera (rastra) sudah mulai efektif disalurkan. “Makanya OP kita terakhir Jumat (19/02/2016), sudah kita keluarkan 3000 ton. Saat ini kita optimalkan rastra dulu,” tutur Gunafi.

( Baca : Bantuan Beras Tidak Merata, Ini Jawaban Bulog Riau)

Baca: Apindo Riau Soal Rencana PHK: Kami Harap Pekerja Paham Kondisi Ini

Sejak Januari lalu, Bulog memang gencar operasi pasar di daerah-daerah yang mengalami kenaikan beras. Seperti di beberapa daerah seperti Kota Pekanbaru, Dumai, Tanjung Pinang, dan Batam. Dengan harga jual Rp 8.400 per kilogram. Sebab awal tahun penyaluran rastra belum optimal sebab menunggu Surat Perintah Alokasi (SPA) dari pemerintah daerah.

Disampaikan Hendra kenaikan beras diakui sebab belum tersalurkannya raskin tahun 2016. Dikarenakan faktor administrasi, yakni masih adanya Pemerintah Daerah (Pemda) yang belum menyerahkan Surat Perintah Alokasi (SPA) raskin tahun 2016. Akibatnya Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) membeli beras komersil di pasar, membuat harga naik.

Hendra mengatakan saat ini pihaknya sudah menyalurkan rastra di sejumlah daerah seperti Pekanbaru, Kampar, Rokan Hulu (Rohul), Kuansing. “Kita salurkan dua bulan sekaligus, jadi pagu Januari dan Februari sudah kita distribusikan,” katanya.

( Baca : Ribuan hektare Sawah Terendam Banjir, Bulog Riau Khawatir Gejolak Beras)

Sedangkan persediaan beras bulig saat ini masih tersedia 30 ribu ton. “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras murah dari pemerintah. Masih cukup sampai tujuh bulan,” katanya.

Namun Hendra menyatakan tidak menutup kemungkinan Bulog kembali laksanakan operasi pasar. “Saat ini kita tahap evaluasi, lihat dulu dampak dengan penyaluran rastra. Intinya kita selalu siap operasi pasar bila harga beras tidak stabil,” tuturnya.

Untuk tahun 2016 pagu raskin atau rastra wilayah Riau masih sama seperti tahun sebelumnya. Bulog akan menyalurkan 40.978.080 kilogram untuk 227.656 RTS yang tersebar di 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Masing-masing rumah tangga berhak atas 15 kilogram (kg) rastra dengan harga tebus Rp 1.600 per kg. (Riki)