Banjir dan elpiji turut sebabkan inflasi Januari tinggi

Senin, 03 Februari 2014 12:47

BERTUAHPOS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Januari 2014 mencapai 1,07 persen. Tren indeks harga konsumen yang tinggi di awal tahun, disebabkan oleh pangan bergejolak serta kenaikan harga elpiji 12 kilogram.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, pasokan bahan pangan sempat terganggu lantaran cuaca buruk di beberapa wilayah, termasuk banjir di Pantai Utara Pulau Jawa.

Dari sisi faktor pembentuk inflasi Januari, pangan bergejolak menyumbangkan 0,53 persen. “Maka berdasarkan komponen, pangan bergejolak ini memiliki andil paling besar dalam membentuk inflasi. Itu karena distribusi terganggu,” kata Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (3/2).

Di sisi lain, kenaikan harga tabung gas elpiji di awal tahun juga menyumbangkan inflasi cukup besar. Suryamin menuturkan dari indikator inflasi berdasarkan harga diatur pemerintah sepanjang bulan lalu sebesar 2,63 persen. Andilnya harga energi ini terhadap inflasi umum mencapai 0,19 persen.

Baca: 225 Hektare Lahan di Pekanbaru-Kampar Terbakar Selama Januari Hingga September

“Kita ingat pada Januari ada kenaikan harga elpiji, maka khusus indeks harga energi inflasinya 2,63 persen,” ujarnya.

Sedangkan untuk inflasi inti sebesar 0,56 persen, andilnya terhadap inflasi umum 0,34 persen. Dengan demikian, awal 2014 ditandai dengan inflasi tahunan 8,22 persen.

Dari catatan BPS, awal tahun memang selalu ditandai dengan inflasi. Contohnya pada 2008, inflasi mencapai 1,77 persen. Tapi kemudian deflasi di tahun berikutnya. Tetapi, cuaca buruk pada 2010 kembali mengerek inflasi sampai sekarang.

Kenaikan indeks harga konsumen terjadi di 82 kota dengan kondisi inflasi tertinggi di Pangkal Pinang yang mencapai 3,79 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Pontianak sebesar 0,04 persen. Adapun kota yang terjadi deflasi yakni di Sorong dengan angka deflasi 0,17 persen (bim/Merdeka.com)