Akhir Tragis de Houtman: Mati di Tangan Laksamana Malahayati

Kamis, 02 April 2020 19:33

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Cornelis De Houtman diperintahkan pemerintah Belanda untuk mencari informasi sebanyak mungkin soal rempah-rempah dan daerah penghasilnya. de Houtman mendapatkan informasi bahwa jika ingin mendapatkan rempah-rempah, maka Banten adalah tempat yang paling tepat.

Tanggal 2 April 1595, Cornelis memimpin sebuah armada yang terdiri dari kapal Amsterdam, Duyfken, Hollandia, dan Mauritius. Tujuannya armada ini jelas, menemukan Banten sebagai sumber rempah-rempah.

Bukanlah perjalanan mudah untuk menemukan Banten. Diatas kapal, banyak awak kapal yang terbunuh karena pertengkaran kapten dan pedagang. Banyak juga yang terserang penyakit sariawan akibat kurangnya makanan diatas kapal.

27 Juni 1596, Cornelis akhirnya berhasil tiba di Banten. Walau pada awalnya penerimaan penduduk ramah, namun segera berubah karena tabiat kasar kru kapalnya.

Baca: Dukungan Palestina Terus Bergulir Dari Riau

Cornelis sempat berlayar ke Bali, dan memperoleh sejumlah rempah-rempah. Dari sekian banyak orang yang ikut di pelayaran awal, hanya 87 orang yang selamat dan kembali ke Belanda.

Sukses dengan perjalanan pertamanya, Cornelis kembali berlayar ke Nusantara. Dalam perjalanan kedua ini, de Houtman kembali berjelajah mulai Banten, Bali, hingga Aceh.

Perangai buruk pelaut Belanda yang tidak bersahabat tak disenangi Aceh. Sempat terjadi perang, dan sang adik, Frederick de Houtman ditawan pasukan Aceh.

Dikutip dari wikipedia, waktu itu, pasukan Aceh dipimpin oleh Laksamana Malahayati, laksamana wanita pertama di dunia. Pada 11 September 1599, terjadi duel antara Cornelis dan Laksamana Malahayati. Cornelis tewas dalam pertarungan satu lawan satu tersebut.

Demikianlah akhir dari Cornelis de Houtman sang penemu Nusantara. Perjalanan Cornelis yang telah menyeberani separuh dunia berakhir di tangan Laksamana Malahayati. (bpc2)