• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mayat Ibu Kaku Dipelukan Bapak

Tim Redaksi by Tim Redaksi
21 Juni 2013
mayat
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Mata Johan Purba (20) masih berkaca-kaca ketika bercerita mengenai kisah kedua orangtuanya yang terperangkap dalam sebuah bencana kebakaran di Rantau Bais, Rohil Selasa (18/6) lalu.
Akibat peristiwa itu, Johan kehilangan sang ibu tercinta Lamiem (45), meninggal dalam kepungan api. Sedangkan bapaknya saat ini masih dalam keadaan kritis di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru.
Sepasang cucu adam ini ditemukan di sebuah parit dalam keadaan berpelukan. Si istri sudah tidak bernyawa, sedangkan sang suami masih bisa mengucapkan Astagfirullah saat ditemukan anaknya dan membasahi wajah bapaknya dengan air.
Awal kisah memilukan ini bermula saat sepasang suami istri Dulsani (50) dan Lamiem Selasa pagi itu berangkat ke kebun sawit miliknya di Rantau Bais yang sudah masuk Kabupaten Rokanhilir untuk memanen buah sawit. Seperti biasanya setiap memanen buah sawit, mereka selalu pulang malam.
Namun hari itu, berbeda dari biasanya, tepat pukul 19.00 wib, pasangan petani ini tak kunjung kembali ke rumah mereka yang berada di Desa Sibangar Kilometer 16 Dalam, Duri.
Keganjilan ini menimbulkan pertanyaan dibenak si anak bungsu Johan yang merupakan anak satu-satunya yang tinggal bersama orangtuanya.
Melihat orangtuanya tidak balik ke rumah, Johan kemudian menyusul kedua orangtuanya ke kebun milik mereka yang ditempuh dengan perjalanan naik sepeda motor selama satu jam dari kampung halamannya.
Dengan hati yang penuh tanda tanya, Johan mengajak saudaranya Susanto untuk menyusul kedua orangtuanya. Namun saat sebelum sampai di kebun milik bapaknya, Johan terhambat oleh tebalnya asap akibat kebakaran lahan menuju kebun tersebut.
Tanpa banyak pikir lagi, Siswa kelas dua SMA 6 Duri ini kemudian meninggalkan sepeda motornya di jalan dan menyetop sebuah mobil yang kebetulan melintas.
Dengan nada minta tolong Johan menceritakan semuanya kepada pengendara mobil itu jika orangtuanya tidak pulang-pulang dari ladang sejak siang.
Pengendara mobil itu diketahui seorang Kepala Desa Rantau Bais yang kebetulan melintas sekaligus memantau keadaan lahan yang terbakar.
Dengan hati mulianya Kades itu kemudian membantu si anak yang kehilangan orangtua ini dan membawa anak tersebut menuju ladang yang dimaksud.
Saat itu jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00 wib, mobil yang ditumpagi Johan kemudian tiba di persimpangan jalan menuju ladang milik bapaknya.
Di persimpangan ini Johan kemudian menemukan sekelompok petugas pemadam kebakaran yang sedang kecapean karena baru saja berusaha memadamkan api yang membakar lahan tersebut.
Sepanjang jalan yang ditempuh Johan dan Kepala Desa itu penuh dengan kabut asap akibat kebakaran lahan itu, sehingga tidak bisa ditempunh menggunakan sepeda motor.
Sesampainya di pos pemadam kebakaran itu, mobil yang ditumpangi Johan tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanan hingga ke ladang milik bapaknya karena kondisi kebakaran masih parah.
Asap tebal juga masih terus mengepul sehingga orang yang berada di lokasi saat itu harus menggunakan masker.
Dalam keadaan panik sepanik-paniknya, Johan kemudian mencoba bertanya kepada petugas pemadam kebakaran tentang keberadaan kedua orangtuanya yang masih tidak diketahui rimbanya.
Namun lagi-lagi petugas pemadam kebakaran tidak mengetahui tapi petugas berhasil menyelamatkan sepeda motor milik orangtuanya saat petugas melewati jalan dekat lahan orangtuany.
“Jadi petugas pemadam itu nunjukin sepeda motor bapak yang diselamatkan mereka karena kebakaran itu. Terus saya jawab iya memang ini sepeda motor bapak,”ujar Johan bercerita kepada Tribun Kamis malam di RS Awalbros Pekanbaru.
Setelah mengetahui sepeda motor bapaknya diselamtkan petugas. Dalam hati Johan kembali semakin panik dan banyak pertanyaan yang muncul dalam hatinya.
Namun saat itu, Johan tidak mau berpikir aneh tentang kedua orangtuanya. Dia hanya berniat mencari keberadaan kedua orangtuanya.
“Saya waktu itu cuma berniat mencari bapak dan ibu, bagaimana caranya saya menemukan secepatnya,”ujar Johan.
Johan kemudian menghubungi para tetangganya di kampung untuk meminta tolong. Beberapa waktu kemudian bala bantuan dari tetangganya berdatangan dengan menggunakan mobil, karena tidak bisa ditempuh menggunakan sepeda motor ke lokasi karena tebalnya asap akibat kebakaran itu.
Dengan menggunakan sepatu sekolahnya, Johan seperti tidak merasakan apa-apa saat berjalan diatas bara api sisa kebakaran lahan itu. Sambil memegang sebuah senter untuk mencari keberadaan bapak dan ibunya.
“Saya terus berjalan diatas bara api itu. Yang ada dalam pikiran saya waktu itu hanya bapak dan ibu,”ujar Johan yang sudah mulai meneteskan airmatanya.
Setelah melakukan pencarian hingga dua jam lamanya, di seluruh areal lahan terbakar itu. Dengan tenaga yang sudah mulai terkuras, Johan kemudian berhenti sejenak namun bukan berputus asa.
Warga lain tetap berpencar mencari keberadaan kedua orangtuanya.
“Saya sudah capek waktu itu, saya coba diam sejenak ditengah gelapnya asap itu ditengah lahan. Saat itu belum sampai ke lahan bapak saya, masih berjarak sekitar 300 meterlah,”ujar Johan.
Tanpa disengaja dalam diam Johan itu, tiba-tiba saja terdengar suara ditelinga Johan, suara itu sedikit keras yakni suara orang ngorok.
Sambil berteriak, Johan memanggil warga lainnya dan memberitahu warga lainnya jika dirinya mendengar suara orang ngorok.
Johan dan warga lainnya kemudian mencari suara itu. Dalam hitungan menit, suara itu kemudian ditemukan. Suara itu berasal dari mulut bapaknya yang saat itu dalam keadaan kritis.
“Saya keliling mencari, tiba-tiba saya lihat ibu saya memeluk bapak yang juga memeluk ibu sambil bersandar di parit yang berlumpur ditengah lahan itu,”jelas Johan sambil meneteskan airmata.
Saat itu jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.30 wib. Melihat keberadaan bapak dan ibunya, Johan langsung menjerit minta tolong kepada warga.
Johan pun langsung memeluk ibunya yang sudah dalam keadaan kaku dipelukan bapaknya itu. Sedangkan bapaknya saat itu masih sadarkan diri saat diusap dengan kain basah.
“Saya awalnya memeluk ibu. Badannya sudah kaku, saya ambil kain yang dibasahkan kuusapkan ke wah bapak. Waktu itu bapak masih berucap Astagfirullah tapi suaranya pelan.
Sedangka ibu sudah tidak bergerak lagi meskipun aku ucap ya allah beberapa kali ke telinganya,”ujar Johan.
Johan kemudian menggendong ibunya yang sudah tidak benyawa itu menuju mobil yang diparkir sejauh 200 meter dari lokasi penemuan. Sedangkan bapaknya diangkat para tetangganya.
“Saya gendong ibu ke mobil langsung dilarikan ke Klinik Hayati yang tidak jauh dari rumah kami, sedangkan bapak juga nyusul ke Klinik itu. Namun bapak saat sampai di Klinik sudah tidak sadarkan diri lagi,”ujarnya.
Malam itu juga, jenazah ibunya langsung diberangkatkan ke Tebing tinggi Sumatra Utara. Sedangkan diwaktu bersamaan, ayahanda tercinta juga harus dilarikan ke RS Awalbros Pekanbaru untuk menjalani perawatan secepatnya karena kondisi korban sudah kritis.
“Saya tidak ada melihat ada luka bakar di badan ibu. Cuma celana ibu ada terbakar,”ujarnya.
Sedangkan kondisi Dulsani purba Kamis siang masih tidak sadarkan diri di RS Awalbros dan masih dirawat di ruang ICU. Sebanyak delapan belas luka bakar yang diderita Dulsani.
Menurut keterangan warga sekitar kebun korban terhadap Johan, saat terjadi kebakaran hebat itu, Dulsani sempat keluar meminta pertolongan kepada warga.
Namun saat api terus menjalar, istrinya masih terperangkap di lahan itu. Saat itulah Dulsani kembali ke kebunnya dan mencoba menolong sang istri namun sayang, untung tak dapat diraih, api dengan cepat menjalar dan menghanguskan semuanya. Hingga istrinya menghembuskan nafas di tengah kobaran api itu.
Toni Hidayat Minta Pemerintah Serius
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD dari Fraksi Partai Demokrat Riau Toni Hidayat, meminta kepada pemerintah untuk serius menangani permasalahan kebakaran hutan di Riau saat ini.
Menurutnya pemerintah harus secepatnya melakukan tindakan.
“Padamkanlah segera, jangan berharap hujan, jangan sampai dibiarkan ini berlarut-larut sampai menelan korban seperti ini,”ujar Toni saat mengunjungi korban di RS Awalbros Kamis siang.
Toni juga berharap agar korban segera ditangani secepatnya dan diberikan pertolongan. Selanjutnya untuk pelaku pembakaran lahan tersebut. Toni juga meminta kepada instansi terkait untuk mencari pelakunya.
“Pemerintah setempat dan instansi terkait, serius tolong dicari siapa pelaku pembakar lahan itu,”ujar Toni.
Toni juga menyayangkan masih adanya peristiwa kebakaran lahan setiap tahunnya. Padahal sudah lama terjadi di Riau namun hingga saat ini belum ada solusi kongkritnya dari Pemerintah.”Kita juga menyayangkan kenapa masih terjadi setiap tahun,”jelasnya.
Dalam hal ini Toni juga dengan tegas mengatakan, jika seandainya perusahaan terlibat dalam peristiwa kebakaran lahan tersebut maka bisa dipidana juga.
“Perusahaan juga bisa dipidana jika dia lalai,”tutup Toni. Dalam kesempatan itu, Toni juga sempat memberikan bantuan seadanya kepada keluarga korban. (pekanbaru.tribunnews.com)
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen
Finance

BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen

...

Read moreDetails
Itel A300+ Resmi Hadir Bawa Baterai 7000 mAh dan Fitur Ultralink Harga Rp2,1 Jutaan

Itel A300+ Resmi Hadir Bawa Baterai 7000 mAh dan Fitur Ultralink Harga Rp2,1 Jutaan

Kredit Korporasi Naik 22,10 Persen, UMKM Ikut Menggeliat 1,62 Persen. Penyaluran Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Ada Opsi Disalurkan Via Kopdes

Penyaluran Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Ada Opsi Disalurkan Via Kopdes

Spesifikasi QJMotor CiTO 150, Desain Motorsport Tawarkan Sensasi Berkendara Ala Motor Matic

Spesifikasi QJMotor CiTO 150, Desain Motorsport Tawarkan Sensasi Berkendara Ala Motor Matic

JAECOO J7 PHEV, SUV Gabungan Tenaga Motor Listrik dan Bensin dengan Teknologi Canggih

JAECOO J7 PHEV, SUV Gabungan Tenaga Motor Listrik dan Bensin dengan Teknologi Canggih

Bakal Ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Batam?

Bakal Ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Batam?

Next Post
MASKER

Hari ini Kadiskes Riau Bagikan Dua Ribu Masker

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.