Orang-orang di China Keluar Rumah untuk Berwisata, Tembok China Sudah Dibuka

Rabu, 25 Maret 2020 09:35

BERTUAHPOS.COM — Orang-orang di China sudah keluar rumah. Mereka kini banyak menghabiskan waktu untuk berwisata. Pemerintah sudah membolehkan tempat-tempat wisata dibuka karena kasus Covid-19 di sana menurun drastis dan korban Corona sudah banyak dinyatakan sembuh.

Salah satu objek wisata yang paling populer yakni Tembok China yang kini sudah bisa dinikmati oleh para turis. Hanya saja setiap orang yang berkunjung ke objek wisata ini diwajibkan mengenakan masker. Saat dibuka, Tembok Besar sektor Badaling, Beijing, harus menunjukkan tiket yang dibeli secara daring sesuai dengan nama pengunjung.

Madia setempat melaporkan, bahwa pengunjung juga diwajibkan menunjukkan kartu identitas, barkode kesehatan yang dapat diunduh melalui ponsel, dan mengenakan masker. Sebelum memasuki objek wisata melalui pintu masuk Tembok Besar di Badaling yang dibangun oleh Dinasti Ming pada tahun 1504 itu, pengunjung harus diukur terlebih dulu suhu badannya oleh petugas.

Objek wisata yang dikunjungi sekitar 65 ribu wisatawan per hari itu ditutup sejak 24 Januari. Kebijakan itu berlaku sehari setelah Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang berjarak sekitar 1.300 kilometer dari Beijing itu ditutup total untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19.

Baca: Akibat Asap Beracun, Malaysia Liburkan Ratusan Sekolah

Badaling merupakan sektor yang paling ramai di antara sektor-sektor lainnya karena selain pemandangannya memukau dan juga mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi publik, termasuk kereta api, dari pusat Kota Beijing. Di sektor Badaling juga terdapat fasilitas pendukung, seperti kereta gantung dan wahana permainan lainnya yang mengitari area Tembok China.

Pembukaan kembali Tembok Besar itu dilakukan setelah tidak ada penambahan kasus baru positif Covid-19 pada penduduk lokal. Sementara itu, Wuhan sendiri bakal dibuka lagi secara penuh mulai 8 April. Dalam enam hari terakhir di Wuhan yang sebelumnya dinyatakan sebagai episentrum Covid-19 hanya terdapat satu kasus baru. (bpc3)