Candi Muara Takus Bukti Lemahnya Kepurbakaan Lokal di Riau

Minggu, 29 November 2020 12:31
Candi Muara Takus Bukti Lemahnya Kepurbakaan Lokal di Riau

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Candi Muara Takus di Kampar, Riau, tidak semegah namanya. Cagar budaya peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini diklaim oleh tiga provinsi — Riau, Sumsel, dan Jambi. Hal inilah salah satu contoh nyata kelemahan itu.

Menurut Dr Musnar Indra Daulay dosen Ilmu Sejarah Universitas Pahlawan Kampar,  kelemahan itu begitu terasa hingga saat ini. Bahkan, hanya segelintir generasi muda di Riau yang mungkin mengetahui teNtang Candi Muara Takus di Kampar.

Advertisement

“Sejarah lokal kita lemah. Generasi muda tidak mengenal sejarah dan lingkungannya. berapa persen anak Riau yang tahu keberadaan candi Muara Takus,” kritiknya saat berbincang dengan Bertuahpos.com dalam sebuah diskusi.

Saat ini, ada banyak keyakinan bahwa kemegahan dan keperkasaan candi itu jauh lebih besar dari apa yang ada saat ini. “Kalau Muara Takus berhasil digali, tidak menutup kemungkinan lebih besar dari Borobudur,” sambungnya.

Baca: Hotel Pangeran Hadirkan Menu Baru Express Lunch dan Paket Arisan

“Tapi situsnya kan ditenggelamkan dengan dalih PLTA. Kita hanya diam,” ujar lulusan FKIP Sejarah Unri 2004 ini.  

Menurut Musnar, apa yang terjadi pada Candi Muara Takus pada masa lalu cukup membuktikan bahwa kaum sejarawan, pemerintah dan penggiat sejarah lainnya masih lemah. 

Kondisi ini harusnya menjadi koreksi bersama bahwa itu merupakan kelemahan Indonesia, jika dibandingkan dengan negara lainnya, dalam hal  menjaga cagar budaya.

Selain itu, jika dilihat dari dukungan akademisi juga minim. Bisa dilihat hanya beberapa kampus di Tanah Air yang menyediakan jurusan-jurusan terkait arkeologi.

“Ya itu memang kekurangan  kita di Indonesia, kampus yang memfasilitasi jurusan arkeologi hanya ada enam, artinya arkeolog di Indonesia langka!,” kata Arkeolog Universitas Indonesia Ali Akbar saat dihubungi Bertuahpos.com via seluler, akhir September 2020 lalu.

Secara geografis, di Indonesia hanya menyediakan jurusan arkeologi. Tiga di Jawa (UI, UGM, dan Universitas Udayana), dua di Sulawesi (Unhas, Universitas Halu Uleo), dan satu di Sumatera (Universitas Jambi). Namun semuanya masih PTN.

“Padahal Indonesia punya banyak situs bersejarah,” tambah lelaki yang pernah meneliti Muara Takus 10 tahun lalu ini. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 23 Januari 2021 19:32

Inhil Masuk dalam Pilot Project Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan PLTS

#PLTS #Inhil #listrik

Sabtu, 23 Januari 2021 18:32

Riau Masuk Dalam 9 Provinsi Pemulihan Mangrove dan Gambut

#Mangrove #gambut #pemulihan

Sabtu, 23 Januari 2021 17:32

Diprotes Budi Gunadi, Data Pemerima Vaksin Doevaluasi

#Vaksin #Menkes #datavaksin #corona

Sabtu, 23 Januari 2021 16:32

Google Wacanakan Angkat Kaki dari Australia

#teknologi #google #australia

Sabtu, 23 Januari 2021 15:59

Solskjaer: DNA MU Menyerang

#EPL

Sabtu, 23 Januari 2021 15:30

4 Juta Dosis Vaksin Siap Didistribusikan Februari

#Vakisn #DistribusiVaksin #kesehatan

Sabtu, 23 Januari 2021 14:38

China Beri Kebebasan, Penjaga Pantai Boleh Tembak Kapal Asing

#China #KapalAsing #PenjagaPantai #internasional

Sabtu, 23 Januari 2021 14:21

Draf RUU Pemilu, Eks HTI Dilarang Jadi Caleg Hingga Calon Kepala Daerah

#RUU #drafRUU #EksHTI #Caleg #politik

Sabtu, 23 Januari 2021 14:14

Antisipasi Dijarah, Polisi Kawan Bantuan Gempa Sulbar

#GEMPA