BI Dorong Pengembangan Sektor Pariwisata Riau dari Sisi Ekonomi Kreatif

Sabtu, 27 Februari 2021 22:30
BI Dorong Pengembangan Sektor Pariwisata Riau dari Sisi Ekonomi Kreatif
Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Riau

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya untuk mendorong pengembangan sektor kepariwisataan di daerah dari sisi ekonomi kreatif.

Deputi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Perwakilan BI Perwakilan Riau Teguh Setiadi memaparkan, bentuk dukungan dari sisi pengembangan ekonomi kreatif yang bisa dilakukan BI, diantaranya pada pameran dalam skala nasional dan internasional yang diikuti oleh Bank Indonesia. 

Advertisement

Hal ini diungkapkan Teguh Setiadi dalam forum perangkat daerah bidang kepariwisataan, Kamis, 25 Februari 2021. “Kami akan membantu pengembangan sektor pariwisata di Riau terutama dari sisi pengembangan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Teguh Setiadi juga mengungkapkan bahwa BI juga akan mengambil peran dalam hal membantu akses permodalan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Baca: Nikmati Festival Soup Nusantara ala Fave Hotel Pekanbaru, Dijamin Ketagihan!

BACA JUGA:  Kemenhub Minta Kabupaten/Kota di Riau Segera Lengkapi Alat dan Tambah Petugas

Dia menambahkan, BI juga mendorong pemerintah daerah agar sektor usaha kepariwisataan agar diarahkan pada skema transaksi non tunai seperti Quick Response Indonesian Standard (QRIS).

“Hal ini sangat penting untuk memudahkan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik di era new normal saat ini,” papar Teguh. 

Pemerintah Provinsi Riau meminta kepada pemerintah kabupaten/kota di Riau untuk bisa melaksanakan iven kepariwisataan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia di APBD 2021.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau Roni Rakhmat mengatakan, upaya seperti ini diakui cukup memberatkan, namun di sisi lain kemampuan pendanaan sektor kepariwisataan juga mengalami defisit akibat Covid-19.

“Kami berharap daerah dalam hal penyelenggaraan iven pariwisata, mampu meminimalisir penggunaan dana APBD. Baik itu di provinsi ataupun kabupaten/kota,” katanya dalam forum itu.

Dia menambahkan, masalah defisit pendanaan kepariwisataan di APBD, pada prinsipnya tidak harus menjadi kendala. Hanya saja Pemda perlu melakukan langkah-langkah strategis agar iven kepariwisataan 2021, tetap bisa dimaksimalkan. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 17 April 2021 14:48

Harga CPO Diprediksi Masih Oke Hingga Juni

CPO, Sawit, TBS

Sabtu, 17 April 2021 14:01

Hikmah Dibalik Kekalahan Perang Uhud

Islampedia

Sabtu, 17 April 2021 12:40

Soal Vaksin Nusantara, DPR Tuding BPOM Bohongi Publik?

Polemik Vaksin Nusantara

Sabtu, 17 April 2021 12:15

Ssst, Ini Bocoran Samsung Galaxy Tab S7 Lite 5G

Samsung Galaxy Tab 7S.

Sabtu, 17 April 2021 12:05

BPS Sebut Ekspor Riau Didongkrak Migas

Ekspor Riau

Sabtu, 17 April 2021 11:30

Jose Mourinho Masa Bodoh ke Paul Pogba

Manchester United