Tugu Zapin ‘Membiru’ Ribuan Mahasiswa Padati Depan Kantor Gubernur Riau

Selasa, 13 Oktober 2020 15:15
Tugu Zapin ‘Membiru’ Ribuan Mahasiswa Padati Depan Kantor Gubernur Riau

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Ribuan massa aksi memadati depan Kantor Gubernur Riau pada Selasa, 13 Oktober 2020. Ramainya jumlah massa yang datang membuat Sudirman di sekitar Bundaran Tugu Zapin ‘membiru’.

Mereka tergabung dalam Gerakan Rakyat dan Mahasiswa (Geram) Riau untuk melakukan unjuk rasa menuntut UU Cipta Kerja. Jalur Sudirman ditutup dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif.

Advertisement

Masa sudah berkumpul sekitar pukul 14.16 WIB. Jumlah massa terlihat memadati Jalan Jendral Sudirman hingga ke Jalan Gajah Mada, Pekanbaru.

Pada awal aksi itu, aparat kepolisian telah mengeluarkan himbauan kepada massa aksi agar melakukan aksi dengan bijak sesuai dengan ketentuan umum melalui pengeras suara.

Baca: Riau Tetap Akan Lakukan Rapid Test Meski Angka Kasus Positif COVID-19 Menurun

Selain di depan kantor Gubernur Riau, aparat kepolisian juga terlihat berjaga di kantor Polda Riau yang sejak awal sudah dipasang kawat berduri lengkap dengan petugas penjagaan.

“Kami datang ke ‘rumah kita’ di kantor Gubernur Riau untuk menyuarakan hak-hak masyarakat,” ungkap salah seorang orator saat memulai aksinya.

Beberapa massa aksi sudah terlihat mengenakan pasta di wajahnya sebagai bentuk antisipasi tembakan gas air mata dari petugas.

Dalam kerumunan massa aksi ini para mahasiswa mengenakan atribut almamater masing-masing lengkap dengan Bendera Merah Putih.

“Kami tidak ada urusan polisi. Yang kami butuhkan adalag kehadiran Gubernur Riau. Silahkan melebur dari semua kampus dan silahkan berorasi,” sambungnya melalui pengeras suara.

Terlihat seluruh massa yang tergabung dalam gerakan ini duduk bersila di jalan sambil mendengar orasi. Beberapa dari mereka juga terlihat duduk di Tugu Zapin.

“Yang kami antisipasi adalah penyusup. Sejak awal kami sudah menyepakati bahwa ini aksi damai. Kami demo pakai otak bukan dengan tenaga. Saya meminta kepada semua massa untuk tidak terprovokasi,” teriak orator lain. (bpc2)