Mana yang Lebih Parah, Dampak Covid-19 Atau Karhutla?

Selasa, 16 Februari 2021 08:32
Mana yang Lebih Parah, Dampak Covid-19 Atau Karhutla?
Gubernur Riau Syamsuar.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Gubernur Riau Syamsuar mengungkapkan bahwa dampak yang ditimbulkan dari Karhutla tidak bisa dianggap enteng.

Pemerintah Provinsi Riau secara resmi telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, berlaku mulai 15 Februari hingga 31 Oktober 2021.

Advertisement

“Saat ini selain dihadapkan dengan musibah Covid-19, Riau juga dalam ancaman Karhutla,” katanya.

Menurut Syamsuar, dampak yang ditimbulkan akibat Karhutla juga berbahaya, sebab akan sangat berpengaruh pada banyak sektor di daerah, bahkan mengancam hubungan internasional.

Baca: CUACA: Cek Cuaca Riau Hari Ini

Pemprov Riau mengindentifikasi, sejauh ini ada beberapa dampak nyata yang ditimbulkan akibat Karhutla. Dampak ini berdasarkan pengalaman dari kasus sama yang sebelumnya terjadi di Riau.

BACA JUGA:  DPRD Pekanbaru Minta Satgas  COVID-19 Kembali Razia Protokol Kesehatan

Bencana karhutla dan kabut asap menimbulkan berbagai dampak baik di Provinsi Riau sendiri maupun di provinsi atau daerah lain seperti: dampak kesehatan berupa timbulnya penyakit ISPA, pneumonia.

Sementara itu dari sisi pendidikan, musibah asap yang ditimbulkan akibat Karhutla membuat aktivitas belajar mengajar terganggu karena sekolah diliburkan.

Sedangkan dari sisi ekonomi daerah, dampak yang ditimbulkan berupa lumpuhnya transportasi udara akibat ditutupnya bandara karena jarak pandang yang minim.

“Termasuklah dampak sosial berupa dievakuasinya sekelompok masyarakat akibat tempat tinggalnya sudah sangat berbahaya karena api sudah mendekat dan diselimuti asap tebal,” jelas Syamsuar.

Seperti diketahui, Gubernur Riau Syamsuar secara resmi telah menetapkan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla. Penetapan status ini dilaksanakan di Gedung Daerah Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Senin, 15 Februari 2021.

BACA JUGA:  Spesial 63 Tahun: Kerajaan Tertua di Indonesia Ada di Riau?

Syamsuar mengatakan, selain bencana pandemi Covid-19 yang kini tengah melanda, Riau juga dihadapkan dengan ancaman bencana kabut asap akibat Karhutla.

“Maka dengan melihat situasi terkini, status siaga darurat bencana Karhutla di Riau tahun 2021, ditetapkan mulai tanggal 15 Februari sampai dengan 31 Oktober 2021 mendatang,” ucap Syamsuar. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 25 Februari 2021 17:36

Pengamat: Abu Janda Harus Tetap Diproses

Abu Janda harus tetap diproses atas dasar keadilan.

Kamis, 25 Februari 2021 16:32

Lama Tak Muncul, Ngabalin Sentil SBY ‘Urusan Ecek-ecek Jangan Seret Jokowi’

“Waktu, pikiran, dan tenaga Pak Jokowi sekarang itu dipakai untuk mengurus rakyat dalam masa pandemi.”

Kamis, 25 Februari 2021 15:45

Apa Kabar Rencana Riau Mau Pinjam Duit untuk Bangun Infrastruktur?

Sampai sekarang rencana itu masih menjadi opsi.

Kamis, 25 Februari 2021 15:30

Ibu-Ibu, Ada Senam Rutin BersAma FIT Sport & Rehabilitation Centre, Ini Lokasi dan Jadwalnya Ya

Menjaga kebugaran tubuh penting di tengah Covid-19.

Kamis, 25 Februari 2021 15:12

Kembangkan Korupsi Kasbon Rp114 M, Giliran Sekdakab Inhu Diperiksa

Penyidikan dugaan korupsi Kasbon Rp114 miliar terpidana Thamsir Rachman terus dikembangkan.

Kamis, 25 Februari 2021 15:01

Bicara Keadilan, SBY Singgung Fotonya Bersama Ani yang Dirusak di Pekanbaru

“Foto saya dan foto almarhumah ibu Ani direbahkan, dirobek-robek dan dibuang ke selokan-selokan”

Kamis, 25 Februari 2021 14:32

Mau Tahu Betapa Canggihnya realmi Watch S Pro? Cek di Sini, Lengkap dengan Harganya

Beberapa fitur canggih sengaja disematkan pada jam tangan pintar ini.

Kamis, 25 Februari 2021 13:27

Lihat Chat Pacar dengan Pria Lain, Mahasiswa di Pekanbaru Nekat Gantung Diri

korban melihat chat sang pacar dengan pria lain.

Kamis, 25 Februari 2021 13:24

Sidang Korupsi WFC Bangkinang, Nama Bupati Jefry Noer Disebut Bersama-sama Terdakwa

Kasus korupsi pembangunan Water Front City, Bangkinang.

Kamis, 25 Februari 2021 13:08

Adam Sukarmis: Waktunya Selesaikan Pekerjaan Rumah yang Tertunda

“Terimakasih yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Kuansing.”