Kenapa Riau Jadi Daerah dengan Potensi Penyeludupan Cukup Tertinggi?

Jumat, 12 Februari 2021 16:33
Kenapa Riau Jadi Daerah dengan Potensi Penyeludupan Cukup Tertinggi?
Jembatan Siak IV di Pekanbaru, salah satu bangunan iconik Riau. (Melba/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Riau masih menjadi salah satu daerah dengan potensi penyeludupan yang cukup tinggi. Seperti penyeludupan narkoba, barang elektronik, pakaian bekas, rokok, termasuk komoditi lainnya.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau Ronny Rosfyandi, kondisi geografis menjadi salah satu faktor mengapa angka kasus penyeludupan di Riau cukup tinggi.

Advertisement

“Riau memiliki garis pantai yang panjang, lalu berbatasan langsung dengan dengan negara tetangga. Pantai itu juga terhubung dengan sungai-sungai kecil yang menghubungkan ke daratan. Rute-rute ini lah yang menjadi kawasan strategis untuk melancarkan penyeludupan barang,” ujarnya, Jumat, 12 Februari 2021.

“Kondisi alam di Riau membentang dari lereng Bukit Barisan sampai dengan Selat Malaka dengan daerah perairan sungai yang memungkinkan terjadinya pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai,” ujarnya.

BACA JUGA:  Perkuat Penerapan Protokol Kesehatan Menuju New Normal, Halodoc Perluas Layanan Rapid Test ke Pekanbaru

Baca: Jubir COVID-19 Riau : Bully Kepada Keluarga Pasien COVID-19 Masih Terjadi

Dia mengatakan, sungai-sungai yang memiliki akses langsung ke lautan ini memiliki banyak celah serta titik-titik rawan yang memungkinkan untuk dilakukan penyelundupan.

Solusinya, menurut dia, perlu dilakukan pengawasan ketat dengan melibatkan banyak pihak untuk mengurangi potensi kerawanan tindak penyelundupan. Seluruh aparat penegak hukum terkait serta masyarakat juga harus bekerjasama.

Menurut data dari Direktorat Jendral Bea Cukai Provinsi Riau, sepanjang 2020 tercatat 422 penindakan dengan komoditi dominan yakni penindakan terhadap tembakau ilegal. Dari jumlah penindakan tersebut berhasil mengamankan barang senilai Rp123,12 miliar dan total potensi kerugian negara sebesar Rp268,5 miliar.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Riau Hartono Sutarjo, mengatakan, hasil barang hasil tembakau ilegal itu berupa rokok yang berhasil diamankan sebanyak 36,6 juta batang, dan hasil pengolahan tembakau lainnya sebanyak 12,4 liter, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp18,55 miliar.

BACA JUGA:  Pekanbaru Kembali Sumbang Jumlah Kasus Covid-19 Tertinggi di Riau Hari Ini

Hartono berujar, upaya penindakan terhadap rokok ilegal masih tetap menjadi salah satu fokus DJBC. Dia mengatakan keberadaan rokok ilegal sangat mengganggu pemasaran rokok resmi yang memberikan kontribusi terhadap pemasukan negara.

“Dengan dimusnahkannya peredaran rokok ilegal, diharapkan pasarnya dapat ditutupi oleh rokok-rokok resmi sehingga memberikan imbal hasil yang maksimal untuk pemasukan negara,” jelasnya.

Selain penindakan terhadap peredaran rokok ilegal, penindakan juga dilakukan komoditi narkotika, psikotropika dan prekursor sepanjang 2020, dengan jumlah perkiraan nilai barang Rp363,1 miliar. “Jumlah ini setara dengan penyelamatan 1,25 juta jiwa,” jelasnya. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 27 Februari 2021 22:30

BI Dorong Pengembangan Sektor Pariwisata Riau dari Sisi Ekonomi Kreatif

BI ambil peran dalam permodalan usaha ekonomi kreatif.

Sabtu, 27 Februari 2021 20:35

Sindiran Movic untuk Pemain Muda

Menurut Zlatan Ibrahimovic pemain muda lebih cepat terkenal dari pada masa dia muda dulu.

Sabtu, 27 Februari 2021 19:30

Situasi di Myanmar Semakin Memburuk, Jurnalis Ditangkap, Warga Ditembak

Situasi di Myanmar semakin memburuk.

Sabtu, 27 Februari 2021 18:32

Maucash dan Restock Targetkan Penyaluran Rp500 Miliar untuk UMKM

pinjaman produktif untuk membantu perkembangan UMKM di Indonesia

Sabtu, 27 Februari 2021 16:30

5 Fitur Baru Telegram Versi 7.5

Dalam update terbarunya versi 7.5, Telegram menambahkan beberapa fitur baru.

Sabtu, 27 Februari 2021 15:36

Pemain Belakang Barca Dituding Pakai Identitas Kewarganegaraan Palsu

Byron Castillo, dicurigai pakai kewarganegaraan palsu.

Sabtu, 27 Februari 2021 14:31

Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Inggris didesak ‘Stop Jual Senjata ke Saudi’

Inggris dan sekutu utamanya harus bergabung dengan AS dalam menjatuhkan sanksi pada bin Salman.

Sabtu, 27 Februari 2021 14:01

Cantik-Cantik Ditangkap Polisi, Remaja Ini Diciduk Saat Edarkan Ekstasi

Dua remaja putri dengan inisial AY (15) dan IG (17), salah satunya masih berstatus pelajar

Sabtu, 27 Februari 2021 13:37

Minuman Segar dengan Nama Unik dari Riau, Laksamana Mengamuk

Berbahan dasar buah mangga kuini, santan, serta gula, minuman es Laksamana Mengamuk sangat memanjakan dahaga

Sabtu, 27 Februari 2021 12:51

Ini Jenis ATM BNI yang Akan Diblokir Per Mei 2021

Penggantian kartu debit berbasis strip magnetik menjadi cip sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia