Hampir Sebulan Sudah Direkomendasikan, Pemprov Riau Baru Akan Bentuk Satgas Kantor

Kamis, 27 Agustus 2020 11:30
Hampir Sebulan Sudah Direkomendasikan, Pemprov Riau Baru Akan Bentuk Satgas Kantor
Menara Lancang Kuning Kompleks Perkantoran Gubernur Riau – Foto: Melba/bertuahpos.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Sudah hampir sebulan sejak Perimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Riau merekomendasikan agar setiap instansi, baik pemerintah maupun swasta membentuk Satgas Kantor dalam upaya membantu percepatan penanganan Covid-19.

Namun hingga kini, rekomendasi itu baru akan ditindaklanjuti. “Segera kita bentuk,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Riau Yan Prana Jaya. Dia membantah kalau Pemprov Riau tidak mengindahkan rekomendasi itu, dengan alasan memang ada beberapa hal yang harus dirumuskan terlebih dahulu.

Advertisement

Yan Prana tidak menjelaskan secara rinci rumusan apa yang dia maksud. Namun yang pasti, kata dia, rumusan itu akan dibahas dulu dengan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Riau. “Supaya nanti jelas poin-poinnya apa saja,” sambungnya.

Sementara itu, beberapa pegawai di Pemprov Riau sejak awal sudah terdeteksi ada yang terpapar virus corona. Belum lama ini, pegawai yang bekerja di Kantor PUPR Riau di Tabek Gadang, sehingga sebagian aktivitas perkantoran di tutup.

Baca: Bupati Alfedri Minta Satgas Covid-19 Siak Perketat Pengawasan di Posko dan Pelabuhan

Terkait hal ini, sebenarnya sudah disampaikan oleh Ketua PAEI Riau dokter Wildan Asfan Hasibuan MKes (Epid). Fungsi Satgas Kantor untuk mendeteksi kondisi karyawan atau pegawai yang bekerja.

Keberadaan Satgas Kantor akan merekomendasikan terhadap pegawai yang sebaiknya tidak masuk kantor, dan harus Work From Home. Selai mempersiapkan sarana dan pra sarana penunjang protokol kesehatan.

“Fungsi Satgas Kantor ini sudah jelas, untuk meminimalisir adanya penyebaran Covid-19 klaster kantor. Pegawai dengan penyakit kronis didata. Termasuk pegawai yang baru pulang dari daerah terjangkit. Satgas ini nantinya yang merekomendasikan mana saja pegawai yang boleh masuk atau bekerja dari rumah,” ungkapnya. (bpc2)