162 Pasien COVID-19 di Riau Masih Harus Dirawat

Kamis, 06 Agustus 2020 09:53
162 Pasien COVID-19 di Riau Masih Harus Dirawat
Kegiatan swab massal di Pemprov Riau – Foto: Melba / Bertuahpos

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — 162 pasien COVID-19 di Riau masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Jumlah ini juga meningkatkan seiring dengan kasus corona menanjak di Riau dalam 2 minggu belakangan ini.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyebutkan, sejak 03 Maret – 06 Agustus 2020 total jumlah kasus terkonfirmasi secara komulatif sebanyak 606 kasus.

Advertisement

“Selain masih ada 162 pasien yang harus menjalani perawatan, sebanyak 83 pasien lainya menjalani isolasi secara mandiri, 348 pasien sudah sembuh dan 13 meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, Kamis, 06 Agustus 2020.

Swab Massal di Halaman Kantor Gubri Lebihi Target

Sebelumnya, Pemprov Riau menggelar kegiatan swab massal di halaman Kantor Gubernur Riau, yang digelar selama 2 hari telah melampaui terget. Realisasi swab massal itu tercatat sudah 1.605 sampel yang terkumpul dari terget 1.500 sampel.

Baca: COVID-19 Riau Gelombang Kedua, Pijar Melayu: Pemerintah Mesti Waspada, Masyarakat Harus Disiplin

Kegiatan swab massal dini digelar sejak 04-05 Agustus 2020, sengaja dilaksanakan dalam rangka HUT Riau ke-63 dan HUT RI ke-75 tahun 2020.

“Target tercapai, hari pertama 566 sampel swab, hari kedua 1.039 sampel. Totalnya 1.605 sampel. Jadi sudah capai dari yang ditargetkan 1.500 sampel,” ujar Mimi.

Bersamaan dengan kegiatan itu, Pemprov Riau juga menggelar donor darah. Namun perolehan jumlah kantong darah tidak mencapai target sesuai diharapkan. “Terakhir terkumpul sekitar 277 kantong, dari terget 1.500 kantong darah,” sebutnya.

Diketahui, pada hari pertama terkumpul sebanyak 118 kantor dan dari kedua 109 kantong darah. Mimi menyebut dalam waktu dekat kegiatan serupa kembali akan digelar.

Diketahui, kasus corona menanjak naik di Riau dalam 2 pekan belakangan ini, juga merupakan hasil dari swab massal.

(bpc2)