Pandangan Rocky Gerung Bagaimana Elektabilitas AHY Bangkit Usai ‘Kudeta’

Minggu, 07 Maret 2021 12:30
Pandangan Rocky Gerung Bagaimana Elektabilitas AHY Bangkit Usai ‘Kudeta’
Rocky Gerung

BERTUAHPOS.COM — Pengamat politik Rocki Gerung membeberkan pandangannya bagaimana peristiwa kudeta Partai Demokrat akan mengangkat elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

KLB Demokrat yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat, justru akan semakin menaikkan simpati publik pada AHY.

Advertisement

“Saya kira justru itu akan menaikkan simpati pada AHY. Dari segi umur, ketenangan, terlihat bahwa AHY justru lebih dewasa dalam berpolitik,” kata Rocky Gerung ditayangan kanal YouTube Rocky Gerung Official.

Lebih lanjut, Rocky Gerung menjelaskan bahwa KLB di Sibolangit akan dicatat sebagai sejarah keburukan kekuasaan.

Baca: BMKG: Ada Peningkatan Aktivitas Seismik di Samudera Hindia

“Yang dia tantang itu sebenarnya bukan Demokrat, tapi etika politik. Nah itu bahayanya, kalau Partai Demokrat ya bisa dilumpuhkan. Tapi etika politik, tindakan di Sibolangit itu akan dicatat sebagai keburukan dari kekuasaan,” kata Rocky Gerung.

BACA JUGA:  ‘SBY Mestinya Cium Tangan  Jokowi’

Rocky Gerung lantas menduga bahwa sebenarnya KLB di Sibolangit digelar bukan untuk merebut kepemimpinan AHY, tapi untuk mencegal Partai Demokrat ikut dalam kompetisi 2024.

“Ketiadaan kader di dalam kekuasaan membuat mereka ekspansi ke partai lain, bukan untuk menggantikan sebetulnya. KLB itu bukan untuk menggantikan AHY sebagai Ketua Umum, tapi menghalangi Demokrat masuk dalam kompetisi 2024,” kata Rocky Gerung.

“Bahwa logika kekuasaan yang keteteran soal kaderisasi itu mem-bypass seluruh etika politik untuk mencaplok partai lain, supaya dia tidak ikut dalam kompetisi 2024,” sambungnya.

Rocky Gerung meminta Presiden Jokowi untuk segara angkat bicara, karena saat ini tentu publik tengah menantikan sikapnya, apakah mendukung, netral, atau mengecam.

BACA JUGA:  Kecurigaan Demokrat, 'Jangan-jangan Jokowi Siapkan Gibran Calon Presiden 2024'

“Sebagai atasan dari Pak Moeldoko, tentu presiden mesti kasih warning. Kalau dia diam, itu artinya dia menyetujui. Kalau dia ngomong, harus siapkan teks yang bagus supaya tidak salah bicara lagi. Jadi Pak Presiden harus memberi pidato singkat atas peristiwa ini,” kata Rocky Gerung. (bpc2)

Berita Terkini

Senin, 19 April 2021 21:31

Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti

Mata Uang Kripto

Senin, 19 April 2021 20:30

Demokrat Tolak Jatah Menteri Jika Jokowi Jadi Reshuffle Kabinet

Sikap Demokrat Tetap Dioposisi

Senin, 19 April 2021 19:51

Sinyal dari Ustaz Yusuf Mansur, Witjaksono Akan Jadi Menteri Investasi

Klaim Calon Menteri Investasi

Senin, 19 April 2021 19:30

Bengkalis Disunting Ratusan Miliar Dana dari BRGM

BRGM, Bengkalis

Senin, 19 April 2021 18:23

Sidang Korupsi, Yan Prana Sebut Pemotongan SPPD Usulan Dona Fitria

Sidang Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:33

Sidang Korupsi Yan Prana, Lima Saksi Ngaku Keberatan SPPD Dipotong 10%

Sidang Korupsi Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:02

Pelatih Tottenham Jose Mourinho Dipecat

Tottenham menyisakan 6 laga di Liga Inggris

Senin, 19 April 2021 16:22

Kasus Positif Covid-19 di Riau Kian Meningkat, Ini Penekanan Syamsuar untuk Daerah

Beberapa Poin Penekanan Gubri dalam Penanganan Covid-19

Senin, 19 April 2021 15:14

Resep Es Krim Rujak, Hidangan Segar Saat Berbuka Puasa

resep hidangan buka puasa