Bisakah Politik Uang Dihilangkan? Ini Kata Warganet

Kamis, 03 Desember 2020 11:01
Bisakah Politik Uang Dihilangkan? Ini Kata Warganet

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Politik uang adalah salah satu pelanggaran berat di Pilkada. Bawaslu Riau juga membenarkan ada banyak laporan politik uang pada pilkada yang sudah-sudah.

Lalu, bisakah politik uang di pilkada dihilangkan?

Advertisement

Beberapa warganet ternyata pesimis politik bagi-bagi uang ini bisa dihilangkan di pilkada. Menurut warganet, politik uang ini sudah berjalan sejak lama, dan tak ada perubahan.

“Udah berjalan dari dulu, baru ada peringatan,” kata akun Deddy Sutarwan.

Baca: Catatan Sejarah 8 Februari: Kelahiran Snouck Hurgronje, Sang Penakluk Rakyat Aceh

“Itu (pencegahan politik uang) hanya konsep. Prakteknya, uang selalu dipakai,” tulis akun Andi.

Ada juga warganet yang masyarakat umum karena mau-mau saja mengambil uang dari para calon kepala daerah. Menurut mereka, hal itu yang membuat politik uang tak bisa dihilangkan.

“Teriak demokrasi tapi kelakuan kayak gini. Ngambil Rp200 ribu dari caleg berarti ngebantu kuroptor untuk akses duit rakyat triliunan,” tulis akun @orangpinter.

“Itulah tingkat pendidikan rakyat, secara umum hanya terbatas uang gocap atau cepe,” tulis akun Diar Malik.

Bawaslu Riau sendiri sudah menegaskan bahwa aturan untuk kasus money politic sangatlah tegas. Dengan uang Rp300 ribu saja, hukumannya bisa 3 tahun penjara.

“Maka perlu upaya pencegahan dari awal. Kasihan kita sebenarnya. Ancaman money politic itu minimal 3 tahun. Itu minimal. Tidak mungkin jaksa menuntut kurang dari itu, atau hakim memutus kurang dari itu,” terang Koordinator Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Riau, Neil Antariksa.

Dikatakan Neil, sebenarnya masyarakat menjadi korban dalam kasus money politic. Hanya karena menerima uang Rp200 sampai Rp300 ribu, mereka bisa dipenjara selama 3 tahun.

“Undang-Undang yang menyebutkan hal itu. Dalam UU jelas disebutkan hukuman money politic itu. Kita tentu tidak mau masyarakat kita menjadi korban, hanya karena menerima uang Rp200 ribu, dipenjara selama 3 tahun,” kata Neil lagi. (bpc4)

Berita Terkini

Minggu, 24 Januari 2021 02:03

Larry King Meninggal Dunia

#LARRY KING MENINGGAL

Sabtu, 23 Januari 2021 21:32

Progres Kontruksi Tol Pekanbaru-Bangkinang Sudah 56%

#Tol #Infrastruktur #TolRiau

Sabtu, 23 Januari 2021 20:34

Pemprov Akui Kegiatan Vaksinasi di Riau Berjalan Lambat

#Vaksinasi #VaksinCorona #Kesehatan

Sabtu, 23 Januari 2021 19:32

Inhil Masuk dalam Pilot Project Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan PLTS

#PLTS #Inhil #listrik

Sabtu, 23 Januari 2021 18:32

Riau Masuk Dalam 9 Provinsi Pemulihan Mangrove dan Gambut

#Mangrove #gambut #pemulihan

Sabtu, 23 Januari 2021 17:32

Diprotes Budi Gunadi, Data Pemerima Vaksin Doevaluasi

#Vaksin #Menkes #datavaksin #corona

Sabtu, 23 Januari 2021 16:32

Google Wacanakan Angkat Kaki dari Australia

#teknologi #google #australia

Sabtu, 23 Januari 2021 15:59

Solskjaer: DNA MU Menyerang

#EPL

Sabtu, 23 Januari 2021 15:30

4 Juta Dosis Vaksin Siap Didistribusikan Februari

#Vakisn #DistribusiVaksin #kesehatan