Catatan Sejarah 6 Februari: Tragedi München 1958

Kamis, 06 Februari 2020 09:45
Catatan Sejarah 6 Februari: Tragedi München 1958

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Usai bertanding melawan Red Star Belgrade di Beograd, Yugoslavia dan dipastikan lolos ke semifinal Liga Champioms, skuat Manchester United (MU) kembali terbang ke Manchester.

Menggunakan maskapai British European Airways dengan jenis pesawat Airspeed AS-57 Ambassador, skuat MU yang dikenal dengan nama ‘Busby Babes’ harus segera tiba di Inggris untuk melakoni pertandingan Liga Inggris.

Advertisement

Namun, karena keterbatasan kemampuan terbang, maka pesawat yang membawa skuat MU transit terlebih dahulu di Bandara Munich-Reim, Jerman Barat, untuk pengisian ulang bahan bakar.

Ketika hendak terbang kembali, pesawat dua kali mengalami penundaa lepas landas. Penyebabnya adalah kerusakan mesin.  Menara pengawas kemudian meminta pilot Kapten James Thain untuk menginap satu malam.

Baca: Timnas U-19 Kalah, Tae-yong: Kami Masih Berproses

Kapten James Thain bersikukuh hendak terbang, karena dikejar waktu. Malangnya, pesawat gagal terbang karena lumpur. Diujung landasan, pesawat menyentuh lumpur, kehilangan kecepatan, dan melewati pagar pembatas serta menabrak rumah yang ada di dekat ujung landasan.

23 dari 44 penumpang dinyatakan tewas. Termasuk 8 orang pemain utama MU. Korban tewas lainnya adalah staf MU, dan juga wartawan, serta penumpang lain.

Akibat kecelakaan ini, MU kehilangan pemain untuk melanjutkan kompetisi. Di Liga Champions, mereka kalah dari Milan di semi final. Prestasi di kompetisi domestik juga tak menggembirakan

Untungnya, MU berhasil bangkit dari kondisi sulit tersebut, dan menjelma sebagai salah satu tim terbaik di Inggris saat ini. (bpc2)