Rocky Gerung: Larangan Mudik Kebijakan Jokowi yang Membingungkan

Senin, 19 April 2021 11:31
Rocky Gerung: Larangan Mudik Kebijakan Jokowi yang Membingungkan
Rocky Gerung. (detikcom)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan bahwa sejauh ini pemerintah tidak fokus dalam membuat kebijakan, sehingga membuat petugas bingung di lapangan sebagai pihak penyelenggara kebijakan itu. Hal ini dijelaskan Rocky Gerung berkaitan dengan kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

“Pemerintah tak punya fokus, sehingga membingungkan petugas di lapangan. Karena semuanya nanti Presiden yang akan ambil alih [keputusan mudik atau tidak mudik],” kata Rocky Gerung dalam tayangan video di akun Youtube Rocky Gerung Channel dengan judul: Soal Mudik dan Vaksin, Jokowi Suka Bikin Rakyat Bingung.

Advertisement

Menurutnya, sejauh ini Presiden seringkali mengumpankan sebuah isu untuk dinikmati sebagai sebuah pencitraan, “Karena dia [Presiden] yang akan putuskan.”

“Jadi kita sudah hafal pola-pola seperti itu. Padahal orang sudah nggak peduli lagi Presiden mau pencitraan atau nggak pencitraan. Faktanya adalah, Presiden terganggu dengan keadaan ekonomi politik. Lalu mulai cari cara untuk merangkul,” ungkap Rocky Gerung.

Baca: Dikabarkan Ikut KLB Demokrat, KSP Pastikan Moeldoko Masih di Jakarta

BACA JUGA:  Berbagi 1001 Kain Sarung untuk Para Imam dan Gharim Mesjid Bersama Komunitas Pejuang Subuh

Dengan demikian, menurutnya, kondisi ini dianggap saja satu periode di mana ‘Istana’ memperlihatkan kebingungannya. Sementara rakyat hari ini, tengah menonton kebingungan itu. Oleh sebab itu para bawahan Jokowi hanya bisa menunggu keputusan presiden.

Dia menambahkan, bentuk kebingungan pemerintah dalam memutuskan kebijakan larangan mudik terlihat jelas dari pernyataan dari aparat kepolisian yang sebelumnya memastikan mudik diperbolehkan sebelum tanggal 6 Mei 2021, yang kemudian direvisi.

Hal ini, kata Rocky Gerung, memunculkan fakta bahwa kebijakan pemerintah melarang masyarakat mudik juga tidak punya dasar yang jelas.

Saksikan Juga:

“Nanti juga pada dasarnya, setelah ‘tanggal nyolong itu’ juga akan dibebaskan. Karena polisi sendiri nggak tahu apa dasarnya kan. Sebelum tanggal 6 boleh, setelah tanggal 6 nggak boleh, apa dasarnya?. Karena yang penting mau larang orang kembali ke desa dengan potensi membawa Covid-19, atau mengizinkan orang supaya sedikit lega dan membawa uang. Itu yang nggak bisa diputuskan oleh negeri,” ujarnya.

“Maka itu yang membuat orang, ya udah, mudik besar-besaran bakal terjadi lagi itu. Dengan demikian, kepastian-kepastian kebijakan itu menjadi lenyap. Menjadi longgar sebetulnya karena nggak ada arah.”

(bpc2)