Ondel-ondel “Duel” Menyita Perhatian Publik Dunia Maya

Senin, 22 Juni 2020 14:15
Ondel-ondel “Duel” Menyita Perhatian Publik Dunia Maya

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ondel-ondel yang satu ini tak terlihat sedang menari menghibur orang-orang. Tapi untuk ‘kebolehan’ dengan saling adu ‘jurus’. Saling berduel satu sama lain bahkan membuat salah satu pemainnya terkapal di aspal.

Pemandangan ini kini menyita perhatian publik di dunia maya setelah video baku hantam antara sesama ondel-ondel itu dipublis sebuah akun sosial media @kabarciledug. Dari narasi disebutkan, pertengkaran oknum ondel-ondel ini terjadii di kawasan Puribeta 1, Ciledug, Tangerang, Minggu lalu, sekira pukul 09.30 wib.

Dalam video itu terlihat, mulanya tampak beberapa warga tengah bergerombol untuk menyaksikan pertunjukkan ondel-ondel di sekitar tempat tinggal mereka. Namun tiba-tiba, ondel-ondel berbaju hitam secara sengaja menyenggol ondel-ondel berpakaian merah di sampingnya.

Pemain ondel-ondel itu emosi tanpa diketahui penyebab pastinya. Kemudian menarik tubuh ondel-ondel merah hingga terkapar di jalanan. Tak lama, pemain yang menjadi korban kemudian keluar dari rangka ondel-ondel dan berusaha menyelamatkan diri.

Baca: Kurang Dari Sebulan, Positif Corona di Indonesia Tembus 1.000 Kasus, IDI Sebut APD untuk Medis Masih Sangat Minim

Kejaidan ini seketika membuat warga riuh. Beberapa di antara mereka langsung mendekati lokasi pertengkaran. Meski begitu, dua orang pemuda justru terlihat menggotong rangka ondel-ondel merah dan membuangnya ke sisi jalan.

Melihat ulah tersebut, seorang yang disebut-sebut sebagai petugas keamanan setempat berusaha melerai pertengkaran antarpemain ondel-ondel itu. Pertunjukkan pun tetap dilanjutkan meski sempat diwarnai insiden pertengkaran.

“Budaya adat udah disalah gunain ,, malah tambah dibikin ancur lagi ,, hadehh tol** nya natural ,” kata @dharmawan***.

“Saya cinta budaya Indonesia, tapi aklo saya ngeliat warisan budaya dipakai buat ngamen, kesan nya budaya Indonesia terlihat murah banget,” timpal @_hira**.

(bpc3)