• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Karena Belanda, Anak Indonesia Tak Punya Cita-Cita

Romi J. by Romi J.
20 Juli 2020
Cita-cita

Anak Indonesia zaman kolonial. (Foto: Net)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Sekarang, jika ditanyakan apa cita-cita seorang anak, maka akan didapat beragam jawaban.

Tentara, polisi, dokter, presiden, bahkan youtuber.

Namun, jawaban itu tak akan didapat dari mulut anak zaman kolonial.

Pada tahun 1800-an, seorang anak (terutama dari kalangan jelata), bahkan tak berani untuk mempunyai cita-cita.

Anak di zaman kolonial hanya tahu bahwa dia akan melanjutkan profesi orang tuanya. Kebanyakan profesi orang tua saat itu adalah petani, kuli kebun, ataupun buruh pabrik.

Para orang tua sebenarnya tahu, ada banyak profesi lain diluar petani ataupun kuli. Ada mantri, pegawai negeri, ataupun guru.

Namun, mereka tak bisa berharap banyak sang anak bisa meraihnya, karena profesi tersebut memerlukan pendidikan. Sementara, pendidikan adalah sesuatu yang langka saat itu.

17 September 1901, Ratu Wilhelmina mengatakan bahwa Belanda berutang moral dan berhutang budi kepada kaum bumiputera.

Tercetuslah politik balas budi. Salah satunya adalah dengan membuka akses pendidikan bagi rakyat jelata pribumi.

Berkat politik balas budi, cita-cita anak mulai bergeser. Mereka mulai mengharapkan bekerja sebagai pegawai rendah di pemerintahan kolonial. Dapat gaji bulanan dan berbagai fasilitas. (bpc4)

Tags: AnakIndonesia
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Daftar 7 Bandara Terbesar di Indonesia Dari Luas dan Kapasitas Penumpang
Travelling

Daftar 7 Bandara Terbesar di Indonesia Dari Luas dan Kapasitas Penumpang

...

Read moreDetails
Vivo V80 Lite 5G Segera Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 10.000 mAh dan Layar AMOLED

Vivo V80 Lite 5G Segera Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 10.000 mAh dan Layar AMOLED

BYD Sealion 8, SUV Bongsor Tiga Baris Bersiap Masuk Ke Indonesia

BYD Sealion 8, SUV Bongsor Tiga Baris Bersiap Masuk Ke Indonesia

Inilah 5 Kota Paling Sepi di Indonesia, Salah Satunya Dijuluki Kota Serambi Mekah

Inilah 5 Kota Paling Sepi di Indonesia, Salah Satunya Dijuluki Kota Serambi Mekah

Audi Resmi Boyong S3 Verve Edition di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

Audi Resmi Boyong S3 Verve Edition di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya!

Daftar Mobil Listrik Murah di Indonesia 2026, Pilihan Terbaik Harga di Bawah Rp300 Juta

Daftar Mobil Listrik Murah di Indonesia 2026, Pilihan Terbaik Harga di Bawah Rp300 Juta

Next Post
Harga emas Antam

Kantor Emas ANTAM (ANTM) Dimana? Berikut Alamatnya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.