Imigrasi Ungkap Negara Tujuan Jozeph Paul Zhang Sejak 2018

Senin, 19 April 2021 13:31
Imigrasi Ungkap Negara Tujuan Jozeph Paul Zhang Sejak 2018
Jozeph Paul Zhang

BERTUAHPOS.COM Jozeph Paul Zhang, atau pemilik nama asli Shindy Paul Soerjomoeljono itu sudah berada di luar wilayah Indonesia sejak 2018 silam. Jozeph Paul Zhang belakangan bikin geger setelah dirinya mengaku nabi ke-26.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Arya Pradhana Anggakara mengatakan keberadaan Jozeph Paul Zhang sudah berada di luar wilayah Indonesia sejak 2018, berdasarkan data yang dimiliki pihak Imigrasi. Dia bertolak menuju Hongkong.

Advertisement

“Berdasarkan informasi dari database perlintasan Imigrasi, WNI atas nama Shindy Paul Soerjomoeljono, atau yang dikenal masyarakat sebagai Joseph Paul Zhang, terakhir kali meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong pada 11 Januari 2018,” kata Angga dalam keterangan tertulis, Senin 19 April 2021.

Angga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri terkait data perlintasan Joseph. Proses investigasi akan dilanjutkan oleh Bareskrim sebagai pihak yang berwenang dalam penanganan perkara ini.

Baca: Sertifikasi Penceramah, Fadli Zon: Mirip Cara Kolonial Penjajah

BACA JUGA:  Hong Kong Kembali 'Diserang' Virus Corona, Pemilihan 'Anggota Dewan' Ditunda

Video berisi pernyataan Jozeph yang mengaku nabi ke-26 sebelumnya beredar di media sosial. Pria tersebut membuka forum diskusi zoom bertajuk: Puasa Lalim Islam

Dia juga menantang siapa saja yang berani melaporkan dirinya ke kepolisian terkait dengan penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26. Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan meski Jozeph berada di luar Indonesia, hal itu tidak menghalangi pihaknya untuk melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penistaan agama tersebut.

Dia mengutarakan, pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian luar negeri dan membuat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Jozeph Paul Zhang agar bisa dideportasi dari negara tempat dia berada.

“Mekanisme kerja sama kepolisian luar negeri bisa berjalan, mau enggak negara tempat yang bersangkutan tinggal mendeportasi yang bersangkutan. DPO nanti akan diterbitkan,” kata Agus, 18 Aprril 2021. (bpc2)