Budi Gunadi Akui 3T Covid-19 Salah Sasaran

Jumat, 22 Januari 2021 15:12
Budi Gunadi Akui 3T Covid-19 Salah Sasaran
Menkes Budi Gunadi Sadikin.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemerintah mengakui bahwa strategi testing, tracing, dan treatment atau 3T yang dijalankan pemerintah dalam mengatasi Covid-19 salah sasaran.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, hal itu disebabkan testing yang dilakukan selama ini salah dengan satu orang bisa dilakukan tes berulang kali, karena alasan bepergian.

Advertisement

Ia mencontohkan, dirinya bisa lima kali mengikuti tes PCR swab dalam seminggu hanya untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

“Kita itu nggak disiplin, cara testing-nya salah. Testing banyak, tapi kok naik terus, habis yang dites orang kayak saya. Setiap mau ke presiden dites,” kata Budi dalam sebuah diskusi virtual yang ditayangkan kanal PRMN SuCi di Youtube, pada 20 Januari 2021.

Baca: Luhut Sebut UMKM Jangan Jual Makanan dan Pakaian, Fadli Zon: Ajari Pertambangan Pak

BACA JUGA:  Alasan Kemendikbud Kenapa Dana BOS Setiap Daerah Dibedakan

Menurut Budi, testing dalam masa pandemi tidak seperti itu. Seharusnya, tes digencarkan ke orang-orang yang berstatus suspek.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu mengatakan, selama ini orang-orang yang sering berpergian kerap melakukan tes PCR swab.

Hal tersebut berdampak pada kenaikan jumlah tes yang dilakukan di Indonesia, sehingga memenuhi standar tes yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

“Tapi enggak ada gunanya testingnya. Secara epidemiologi, hal-hal gitu yang harus diberesin,” tuturnya.

Sampai dengan Kamis (21/1), total jumlah yang dites di Indonesia mencapai 5.718.753 orang. Sementara, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 8.560.220 spesimen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, jumlah tes terkait paparan virus corona yang dilakukan Indonesia telah melampaui target WHO.

Diketahui, WHO menargetkan jumlah tes per minggu suatu wilayah adalah 1 banding 1.000 populasi. Dengan rasio tersebut, maka Indonesia harus menggelar 267 ribu tes setiap pekan.

Berdasarkan data Satgas, per 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan sudah mencapai angka 290.764 orang atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69%. (bpc2)

Berita Terkini

Selasa, 02 Maret 2021 20:30

Ini Alasan Mengapa Ma’ruf Amin ‘Tutup Mulut’ Soal Investasi Miras

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin sengaja ‘tutup mulut’ perihal Perpres Nomor 10 Tahun 2021.

Selasa, 02 Maret 2021 19:32

Bawaslu Kuansing Sampaikan Piagam Penghargaan ke Kejari

Piagam penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dalam pelaksanaan Pilkada 2020 lalu.

Selasa, 02 Maret 2021 18:32

Seluruh Pejabat di Riau Diminta Hadir, Besok Ada Monev dengan KPK

Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam hal tata kelola pemerintahan.

Selasa, 02 Maret 2021 18:10

Bukan Harimau, Ini Penjelasan BKSDA Soal ‘Hewan Misterius’ yang Serang Nenek di Pelalawan

Kesimpulan BKADA, bukan hewan yang menyerang nenek itu.

Selasa, 02 Maret 2021 17:25

Peresmian Air Panas Sungai Pinang  Diundur

Rencana peresmian akan dijadwalkan kembali.

Selasa, 02 Maret 2021 15:32

Pembakaran Sampah, Lahan 2,500 Meter Persegi Terbakar di Jalan Tanjung Datuk Pekanbaru

“Untuk penyebab kebakaran diduga akibat pembakaran sampah”

Selasa, 02 Maret 2021 15:30

Pemkab Harus Cari Solusi Tepat Soal PETI, Supaya ‘Jangan Asal Tangkap Saja’

“Pemilik modal juga harus ditindak. Jangan pekerja saja.”

Selasa, 02 Maret 2021 14:18

Video: Pernyataan Jokowi Soal PP Investasi Miras Dicabut

Investasi minuman beralkohol (miras) dicabut atas masukan Ormas.

Selasa, 02 Maret 2021 13:40

Video: Suasana Vaksinasi Tahap 2 di Pekanbaru

Vakisinasi tahap kedua yang dilaksanakan pada Senin, 1 Maret 2021, menyasar 2000 tenaga publik.

Selasa, 02 Maret 2021 13:21

Jokowi Cabut Investasi Miras, Diklaim Setelah Terima Masukan Para Ulama dan Ormas Islam

“Setelah menerima masukan dari ulama MUI, NU, Muhamadiyah dan ormas lainnya.”